Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi besar-besaran kepada negara-negara yang membantu tentara Iran dalam konflik melawan AS dan Israel. Peringatan itu, kata Trump, juga berlaku untuk China.
Trump mengatakan bahwa negara mana pun yang menyediakan peralatan militer kepada Iran akan dikenakan tarif hingga 50 persen untuk semua ekspor ke AS.
Negara yang memasok senjata militer ke Iran akan langsung dikenakan tarif, untuk semua barang yang dijual ke Amerika Serikat, sebesar 50 persen, berlaku segera. Tidak akan ada pengecualian atau pembebasan,”
kata Presiden AS, dikutip dari The Economic Times, Selasa, 14 April 2026.
Namun, menurut laporan Reuters, Beijing membantah memasok senjata ke Teheran.
Klarifikasi tersebut disampaikan setelah delegasi AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan perdamaian di Islamabad usai negosiasi pada Sabtu, 11 April 2026.
Dalam serangkaian unggahan di akun resmi Truth Social, Presiden AS menginformasikan bahwa pembicaraan perdamaian menemui jalan buntu setelah para pejabat Iran “tidak mau mengalah” dalam menghentikan program nuklirnya, meskipun beberapa kesepakatan tentang isu-isu lain telah tercapai.
Trump juga memperingatkan China tentang adanya konsekuensi serius jika melanjutkan dukungan militer apapun kepada Iran.
Jika China melakukan itu, China akan menghadapi masalah besar,”
katanya kepada wartawan, menanggapi laporan intelijen bahwa Beijing mungkin sedang bersiap untuk mengirim senjata ke Teheran.
Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara detail mengenai tindakan apa yang mungkin diambil Washington.
Menurut laporan CNN mengutip sumber yang mengetahui penilaian intelijen baru-baru ini, China diyakini sedang merencanakan pengiriman sistem pertahanan udara canggih ke Iran dalam beberapa minggu mendatang.
Laporan tersebut mengatakan ada indikasi bahwa transfer senjata tersebut dapat disalurkan melalui negara ketiga untuk menyembunyikan asal-usulnya.
Sistem yang sedang dipertimbangkan dilaporkan mencakup rudal anti-pesawat yang ditembakkan dari bahu, atau MANPAD, yang dapat menimbulkan ancaman serius bagi pesawat terbang rendah, termasuk platform militer AS.
Pengerasan sikap Washington ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas peran strategis Beijing di kawasan tersebut.
Konflik yang sedang berlangsung dengan Iran telah mempersulit prioritas kebijakan luar negeri AS, dengan para analis memperingatkan bahwa isu kirim senjata itu dapat mengalihkan perhatian persiapan pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang telah ditunda karena perang di Iran.



