Salah satu maskapai asal Belanda, yakni KLM Royal Dutch Airlines telah membatalkan lebih dari 150 penerbangan Eropa karena kenaikan biaya bahan bakar pesawat (avtur). Maskapai tersebut tidak akan mengoperasikan 80 penerbangan pulang pergi dari bandara Schiphol Amsterdam hingga Mei mendatang.
Penerbangan saat ini tidak lagi layak secara finansial untuk dioperasikan karena kenaikan biaya kerosin,”
kata manajemen KLM, dikutip dari The Independent, Rabu, 22 April 2026.
Diketahui, harga avtur melonjak sejak dimulainya konflik antara AS, Israel, dan Iran karena kenaikan harga minyak global berdampak pada sektor penerbangan.
KLM menambahkan, bahwa penyesuaian jadwal penerbangan bukan disebabkan oleh kekurangan bahan bakar jet, melainkan langkah-langkah penghematan biaya.
Penumpang yang terdampak akan dipesankan ke penerbangan berikutnya yang tersedia, dengan mereka yang bepergian ke London dan Düsseldorf akan diakomodasi dengan cepat pada salah satu dari beberapa penerbangan harian.
Menurut KLM, pembatalan penerbangan tersebut kurang dari satu persen dari total penerbangan maskapai di Eropa selama Mei 2026.
KLM memperkirakan periode liburan Mei yang sibuk dan memastikan penumpang dapat melakukan perjalanan ke tujuan liburan mereka sesuai rencana,”
ujar KLM.
Diketahui, pada 9 April 2026, maskapai tersebut mengkonfirmasi pembatalan semua penerbangan ke dan dari Dubai hingga 14 Juni karena “ketidakpastian” situasi di Timur Tengah.
Penerbangan KLM ke Riyadh dan Dammam di Arab Saudi juga tidak akan beroperasi setidaknya hingga 16 Mei. Sedangkan untuk maskapai penerbangan di Inggris, Airlines UK, yang mewakili semua maskapai penerbangan utama masih beroperasi.
Maskapai penerbangan Inggris saat ini tidak melihat gangguan pada pasokan bahan bakar jet,”
jelas pihak manajemen maskapai.


