Salah satu maskapai asal Belanda, yakni KLM Royal Dutch Airlines telah membatalkan lebih dari 150 penerbangan Eropa karena kenaikan biaya bahan bakar pesawat (avtur). Maskapai tersebut tidak akan mengoperasikan 80 penerbangan pulang pergi dari bandara Schiphol Amsterdam hingga Mei mendatang.
Penerbangan saat ini tidak lagi layak secara finansial untuk dioperasikan karena kenaikan biaya kerosin,”
kata manajemen KLM, dikutip dari The Independent, Rabu, 22 April 2026.
Diketahui, harga avtur melonjak sejak dimulainya konflik antara AS, Israel, dan Iran karena kenaikan harga minyak global berdampak pada sektor penerbangan.
KLM menambahkan, bahwa penyesuaian jadwal penerbangan bukan disebabkan oleh kekurangan bahan bakar jet, melainkan langkah-langkah penghematan biaya.






