Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Tolak Negosiasi dengan Trump, Iran Siapkan Serangan Balasan Jika AS Tak Lakukan Hal Ini

Trump berupaya menggunakan ancaman untuk mengubah perundingan menjadi meja penyerahan atau untuk membenarkan dimulainya kembali perang.

Ilustrasi rudal Iran. (Sumber: X/Iran Mil Updates)
Ilustrasi rudal Iran. (Sumber: X/Iran Mil Updates)

Iran menegaskan bahwa pihaknya menolak berunding dengan Amerika Serikat (AS) jika berada di bawah tekanan ancaman. Hal ini mencuat di tengah meningkatnya ketegangan menjelang berakhirnya gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada pekan ini.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyampaikan sikap tersebut, dan mengkritik kebijakan Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan blokade di Selat Hormuz.

Ghalibaf, yang berperan penting dalam proses perundingan, menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sudah rapuh.

Iklan

Melalui platform X, ia menuduh Trump berupaya menggunakan ancaman untuk mengubah perundingan menjadi meja penyerahan atau untuk membenarkan dimulainya kembali perang.

Iran telah menyiapkan opsi militer baru jika gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan berakhir pekan ini,”

kata Ghalibaf, dikutip dari Anadolu Ajansi, Rabu, 22 April 2026.

Sebelumnya, Trump pada Minggu, 20 April 2026, mengumumkan bahwa perwakilan Amerika Serikat akan terbang ke Islamabad untuk melakukan perundingan, meski Teheran belum mengonfirmasi keikutsertaannya secara resmi dan menuntut pencabutan blokade.

Pernyataan tersebut muncul saat Amerika mempertahankan blokade laut terhadap kapal-kapal yang keluar – masuk pelabuhan Iran sejak pekan lalu. Teheran menilai langkah itu sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang masih berlaku.

Trump juga memperingatkan bahwa pihaknya akan menargetkan infrastruktur Iran jika Teheran tidak menerima syarat yang diajukan Washington untuk mengakhiri konflik. Pernyataan itu menambah kekhawatiran pasar menjelang berakhirnya gencatan senjata pada Selasa malam waktu Washington.

Kekhawatiran terhadap jalur pelayaran meningkat setelah Iran, yang pada Jumat menyatakan Selat Hormuz kembali dibuka untuk lalu lintas maritim, namun tak lama kembali ditutup. Media pemerintah Iran menyebut langkah itu diambil karena AS belum memenuhi kewajibannya.

Diketahui, Pakistan sebelumnya menjadi tuan rumah kontak langsung tingkat tinggi pertama antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad pada 11-12 April, yang merupakan interaksi pertama sejak kedua negara memutus hubungan diplomatik pada 1979, namun perundingan tersebut berakhir tanpa terobosan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.