Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Trump Ancam Iran, Balasan Qalibaf Lebih Mengerikan untuk Negara Timur Tengah

Ketegangan Memuncak! Iran tegaskan jalur Selat Hormuz tidak akan kembali damai seperti era sebelum perang.

Pemimpin negosiasi sekaligus Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf.
Pemimpin negosiasi sekaligus Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf. (Foto: WANA).

Ketua Parlemen Iran dan kepala negosiator Mohammad Bagher Qalibaf mengatakan situasi di Selat Hormuz tidak akan kembali damai. Qalibaf memperingatkan tak akan ada negara di kawasan Timur Tengah yang akan bisa menjual minyak jika Iran dicegah untuk melakukannya.

Dalam unggahan di platform media sosial X, Qalibaf mengatakan konflik Iran dengan AS menjadi ketegangan bagi wilayah regional.

“Di wilayah di mana kita tidak dapat menjual minyak, tidak ada yang akan (bisa) menjual minyak,” tulis Qalibaf, dikutip dari Middle East Monitor, Kamis, 23 Juli 2026.

Iklan

Qalibaf juga memperingatkan bahwa jika keamanan Iran tidak dijamin maka tak ada infrastruktur yang akan tetap aman.

Lebih lanjut, ia berpendapat bahwa keamanan di Selat Hormuz bergantung pada tidak adanya pasukan AS.

Dia menekankan pihaknya telah berulang kali menyatakan kondisi di jalur Selat Hormuz tak akan kembali ke kondisi sebelum perang.

Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengebom jembatan atau pembangkit listrik Iran setiap kali Teheran menyerang kapal dagang di Selat Hormuz.

Iran juga berulang kali menegaskan bahwa pelayaran komersial melalui selat tersebut akan tetap aman jika kapal-kapal berkoordinasi dengan Teheran di bawah pengaturan maritim barunya. Hal itu sambil memperingatkan bahwa mereka akan terus menjalankan kendali atas jalur air tersebut sebagai bagian dari pengamanan jangka panjang.

Selat Hormuz merupakan jalur startegis dalam distribusi perdagangan minyak dunia. Jalur itu juga jadi titik fokus ketegangan sejak pecahnya perang Iran-AS pada akhir Februari lalu.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.