Pemerintah Iran dengan tegas menyampaikan pihaknya tak akan membiarkan Amerika Serikat (AS) menentukan kapan perang maupun perdamaian akan terjadi. Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei.
Kami tidak akan membiarkan Amerika Serikat menentukan waktu perang dan perdamaian,”
kata Baqaei dalam konferensi pers dikutip dari Anadolu Ajansi, Selasa, 28 Juli 2026.
Baqaei menyampaikan AS kini terjebak dalam situasi sulit yang diciptakannya sendiri setelah lima bulan.
Sebelumnya, juru bicara militer Iran Amir Mohammad Akraminia mengatakan serangan AS sudah berhenti selama dua malam terakhir. Menurutnya, operasi balasan yang dilakukan Iran juga sudah dihentikan.
Adapun dari laporan Axios pada 25 Juli, menyebut Presiden AS Donald Trump sudah menginstruksikan militer AS agar tak melancarkan serangan baru terhadap Iran.
Ketegangan antara AS dan Iran Kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah Washington melancarkan serangan terhadap Iran.
Sebagai balasan, Teheran menyerang apa yang disebutnya sebagai fasilitas dan peralatan militer AS di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Peta jalan perdamaian yang sebelumnya sudah diteken AS dan Iran jadi buyar. Dua negara kembali terlibat konflik yang bisa memicyu perekonomian global was-was.




















