Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan alasan batalnya melakukan serangan militer besar-besaran terhadap Iran. AS batalkan serangan itu setelah negara di Timur Tengah lainnya meminta waktu untuk merampungkan kerangka kesepakatan damai.
Trump mengklaim Israel ikut berkomitmen dalam langkah tersebut. Dalam unggahannya di Truth Social, Trump klaim kedua pihak sudah sepakat dengan ‘batasan’ dari kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz secara segera, lengkap, dan total. Selain itu, Presiden kontroversial itu juga menyinggung ancaman nuklir Iran.
Memutuskan membatalkan serangan tersebut demi kepentingan dunia di masa depan. Dan, demikian pula kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur,”
tulis Trump dikutip dari Anadolu Ajansi, Senin, 3 Agustus 2026.
Meski demikian, Trump mengatakan langkah membatalkan serangan itu bergantung pada kemampuan semua pihak untuk segera mencapai kesepakatan. Ia juga mengaku siap untuk kembali bertempur dengan Teheran jika kesepakatan gagal.







