Militer Israel bersiap melancarkan serangan darat baru di Jalur Gaza karena tidak ada tanda Hamas bersedia melucuti senjata. Hal tersebut dilaporkan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth pada Rabu, 16 September.

Menurut laporan tersebut, Komando Selatan militer Israel memperkuat posisi di sepanjang Garis Kuning dan terus melancarkan serangan terarah dengan alasan Hamas tengah membangun kembali kemampuannya.

Israel kini disebut menguasai wilayah yang lebih luas di Jalur Gaza. Namun, mempertahankan kendali militer atas wilayah tersebut dinilai menghadirkan tantangan kompleks.

Menurut pejabat Israel, militer dapat diperintahkan melucuti Hamas secara paksa jika kelompok tersebut tidak menyerahkan senjatanya secara sukarela melalui kerangka kerja yang didukung Amerika Serikat.

Militer Siap Menjalankan Operasi

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan militer siap menjalankan operasi tersebut jika mendapat perintah.

Semua orang memahami bahwa Hamas tidak akan melucuti senjata dan tidak akan menghancurkan semua terowongan. Tentara siap, jika diperintahkan untuk melenyapkan Hamas, untuk menyelesaikan misi sehingga kita dapat melaksanakan rencana emigrasi,”

kata Katz, dikutip dari Middle East Monitor, Kamis, 17 September 2026.

Yedioth Ahronoth juga melaporkan militer Israel mempertahankan intensitas serangan yang tinggi, termasuk operasi terarah dan penghancuran gudang senjata.

Komando Selatan disebut memandang serangan tersebut sebagai upaya menekan Hamas agar menyetujui kesepakatan yang mencakup perlucutan senjata.