Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengundurkan diri karena alasan pribadi. Sebagai gantinya, Hamid Bovard selaku Kepala Eksekutif Perusahaan Minyak Nasional Iran milik negara, diangkat untuk menduduki posisi menteri perminyakan.
Wakil Kepala Komunikasi Kantor Presiden Iran, mengatakan bahwa Paknejad telah mengajukan pengunduran dirinya “sejak lama” dan bahwa Presiden Masoud Pezeshkian menerimanya atas desakan Paknejad.
Dengan diterimanya pengunduran diri Mohsen Paknejad oleh Dr. Pezeshkian, Hamid Bovard telah ditunjuk sebagai pelaksana tugas menteri perminyakan,”
kata Tabatabaei, dikutip dari Iran International, Senin, 5 Oktober 2026.
Penjualan Minyak Iran Berlanjut

Paknejad telah menjabat sebagai menteri perminyakan sejak Agustus 2024. Iran International melaporkan pada 8 September, yang mengutip dua dokumen rahasia dari Kementerian Perminyakan dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, bahwa kargo minyak dalam jumlah besar telah dijual secara kredit dan dengan diskon besar.
Laporan tersebut mengidentifikasi Mohammad Javad Bavand, yang ditunjuk oleh Paknejad sebagai asisten khusus untuk pengawasan perdagangan minyak, sebagai tokoh yang mengelola jaringan perantara baru.
Pengunduran dirinya terjadi ketika ekonomi Iran menghadapi tekanan yang semakin besar setelah tujuh bulan perang dengan Amerika Serikat (AS).
Sebelum berita pengunduran dirinya muncul, Paknejad mengatakan bahwa pendapatan dari penjualan minyak Iran masih diterima dan akan terus berlanjut.
Pendapatan dari minyak yang telah kami jual masih terus masuk dan akan terus berlanjut, insya Allah,”
imbuhnya.






