Kedutaan Besar AS di Arab Saudi pada Senin, 5 Oktober 2027, mendesak warga Amerika untuk tetap “waspada” terhadap situasi keamanan saat ini serta potensi serangan pesawat tanpa awak atau rudal di wilayah Riyadh.
Dalam peringatan keamanan yang dimuat di situs web misi diplomatik AS, kedutaan dan konsulat AS di Arab Saudi mendorong warga negara Amerika untuk mengikuti panduan yang disampaikan melalui peringatan nasional yang dikeluarkan oleh Pertahanan Sipil Arab Saudi.
Misi AS menyatakan bahwa tidak ada perubahan terhadap postur keamanan maupun operasionalnya.
Layanan konsuler reguler dan darurat tersedia untuk warga negara AS,”
bunyi peringatan itu, dikutip dari The New Arab, Selasa, 6 Oktober 2026.
Konflik Yaman Kembali Memanas

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa Washington bermaksud menegakkan komitmen keamanan bilateralnya dengan Arab Saudi di tengah kembali meningkatnya konfrontasi militer yang melibatkan pasukan Houthi di Yaman.
Yaman diketahui telah terperosok dalam konflik sejak kelompok Houthi merebut Ibu Kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014.
Perkembangan tersebut mendorong koalisi yang dipimpin Arab Saudi untuk melakukan intervensi militer pada 2015 guna mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Konflik tersebut juga berlangsung selama bertahun-tahun dan melibatkan berbagai kelompok lokal maupun kekuatan regional.
Arab Saudi menjadi salah satu pihak utama yang mendukung pemerintah Yaman, sementara Houthi mendapat dukungan dari Iran.
Gencatan Senjata Kembali Runtuh

Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 2022 sempat menurunkan intensitas pertempuran secara signifikan. Namun proses perdamaian tidak sepenuhnya menyelesaikan konflik.
Gencatan senjata tersebut runtuh pada Juli tahun ini, dan pertempuran kembali meningkat.
Situasi tersebut juga menambah kekhawatiran keamanan di Arab Saudi, terutama mengingat Houthi sebelumnya telah melancarkan serangan rudal dan pesawat tanpa awak ke wilayah Saudi.
Serangan-serangan tersebut pernah menyasar Infrastruktur energi, fasilitas militer, dan sejumlah lokasi strategis di kerajaan.






