Serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi makin mengganas.
Bandara dan fasililitas lain di bandara jadi sasaran Houthi.
Serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas penerbangan di Arab Saudi menuai kecaman dari Turki. Ankara menilai serangan yang menyasar warga sipil dan infrastruktur sipil tersebut tak dapat dibenarkan serta berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan.
Kementerian Luar Negeri Turki secara tegas mengutuk serangan Houthi terhadap Bandara Internasional Abha di wilayah selatan Arab Saudi dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan itu dilaporkan menyebabkan korban tewas dan luka-luka dari kalangan warga sipil.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Turki menyampaikan serangan terhadap warga sipil maupun fasilitas sipil harus segera dihentikan. Ankara juga memperingatkan bahwa aksi tersebut semakin meningkatkan ketegangan regional.
Iklan
Serangan-serangan ini, yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil dan semakin meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut, harus segera dihentikan,”
demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki yang dinukil dari Aljazeera, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Ilustrasi serangan militer menggunakan drone. (Foto: AI).
Turki juga menegaskan ‘solidaritas penuh’ dengan Arab Saudi. Pemerintah Turki juga menyerukan agar konflik yang berlangsung diselesaikan melalui dialog dan jalur diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Pakistan menyoroti memburuknya kondisi kemanusiaan di Yaman akibat pertempuran yang kembali memanas dan serangan terhadap fasilitas penting.
Perwakilan Pakistan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Asim Iftikhar Ahmad mengatakan pertempuran di sekitar Taiz serta serangan Houthi terhadap Bandara Aden menunjukkan besarnya ancaman yang dihadapi warga sipil dan infrastruktur penting di negara tersebut.
Dalam pengarahan Dewan Keamanan PBB pada Jumat, Ahmad mengingatkan pentingnya memastikan akses bantuan kemanusiaan tetap terbuka. Selain itu, penting melindungi fasilitas sipil, dan menyediakan pendanaan yang memadai bagi operasi bantuan.
Akses kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan, perlindungan infrastruktur sipil, dan pendanaan yang memadai untuk operasi bantuan sangat diperlukan,”
jelas Ahmad.
Ahmad menilai kembali meningkatnya intensitas pertempuran berpotensi memperparah penderitaan masyarakat Yaman, terutama mereka yang bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Pertempuran yang kembali memanas menyebabkan memburuknya situasi kemanusiaan,”
kata Ahmad.
Selain menyoroti perlindungan warga sipil, Pakistan juga mendesak pembebasan personel kemanusiaan dan diplomatik PBB yang masih ditahan oleh kelompok Houthi.
Kami juga mengulangi seruan kami untuk pembebasan segera, tanpa syarat, dan dengan aman bagi personel kemanusiaan dan diplomatik PBB yang ditahan,”
lanjut Ahmad.
Menurut laporan PBB pada Maret, kelompok Houthi sudah menahan 73 staf PBB. Penahanan tersebut menambah kekhawatiran mengenai keselamatan personel internasional yang menjalankan tugas kemanusiaan di Yaman.