Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Trump Klaim 159 Kapal Iran Ditenggelamkan, Kini Muncul Gagasan Ubah Nama Selat Hormuz

Pidato Donald Trump
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump. (Owrite/Acel).

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan potensi peningkatan aksi militer Iran jelang pemilihan paruh waktu Kongres AS pada 3 November 2026.

Menurut Trump, Teheran mungkin meningkatkan tindakan militernya karena menganggap eskalasi konflik dapat merugikan posisi politik AS.

Mereka mungkin akan melakukan sedikit lebih banyak tindakan sebelum pemilu karena berpikir hal itu akan merugikan kami,”

kata Trump dikutip dari Anadolu Ajansi, Senin, 12 Oktober 2026.

Trump menyampaikan demikian saat menghadiri kampanye politik di Tennessee pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Negara bagian di wilayah selatan AS itu selama ini dikenal sebagai salah satu basis kuat Partai Republik.

Iklan

Meski memperkirakan adanya potensi peningkatan aksi militer Iran, Trump klaim AS bisa mengakhiri konflik dengan cepat.

Namun, kami bisa mengakhirinya dengan sangat cepat,”

ujar Trump.

Ia juga menyatakan sudah menunjukkan sikap menahan diri terhadap Iran. Klaim itu disampaikan di tengah perang yang masih berlangsung antara AS, Israel, dan Iran.

Mereka tidak tahu betapa baiknya saya memperlakukan mereka,”

jelas Trump.

159 Kapal Ditenggelamkan

Dalam kesempatan yang sama, Trump mengklaim sebanyak 159 kapal Iran sudah ditenggelamkan sejak perang dimulai pada akhir Februari 2026. Namun, klaim itu merupakan pernyataan Trump yang tak disertai rincian verifikasi dalam laporan yang jadi sumber berita ini.

Selain menyinggung perkembangan konflik, Trump juga melontarkan gagasan untuk mengganti nama Selat Hormuz. Jalur itu merupakan perairan strategis yang jadi salah satu titik utama ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Kami sedang mempertimbangkan untuk mengganti namanya menjadi Selat Trump,”

tutur Trump.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Gangguan pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi pasokan minyak dan harga energi global.

Sebelumnya, Trump menyatakan perang dengan Iran kemungkinan baru akan berakhir setelah pemilihan paruh waktu Kongres AS pada 3 November mendatang. Konflik dengan Iran jadi salah satu isu yang membayangi persaingan politik di dalam negeri AS.

Trump memang tak mencalonkan diri dalam pemilu sela tersebut. Namun, ia aktif berkampanye untuk mendukung kandidat Partai Republik agar partainya dapat mempertahankan kendali atas Kongres.

Perang antara AS, Israel, dan Iran dimulai pada 28 Februari 2026. Iran kemudian balas dengan melancarkan serangan rudal dan drone di kawasan tersebut serta menutup Selat Hormuz.

Konflik yang sudah berlangsung lebih dari tujuh bulan itu turut memicu kenaikan harga energi global. Lalu lintas komersial kapal pengangkut minyak melalui Selat Hormuz dilaporkan praktis terhenti akibat situasi keamanan.

Sebelumnya, AS dan Iran sempat menandatangani kesepakatan kerangka kerja pada Juni 2026. Kesepakatan itu dicapai setelah upaya mediasi Pakistan dan Qatar untuk menghentikan permusuhan sekaligus membuka jalan bagi perundingan.

Namun, pelaksanaannya menemui kebuntuan akibat sejumlah perselisihan termasuk mengenai keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.