Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

MBS Dikabarkan Sembunyi di Bunker Istana, Serangan Rudal Houthi ke Riyadh Makin Ganas

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dilaporkan bersembunyi di bunker di dalam istana di tengah meningkatnya serangan Houthi.

Ilustrasi drone Houthi serang Arab Saudi.
Ilustrasi drone Houthi serang Arab Saudi. (Foto: AI).

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dilaporkan bersembunyi di bunker di dalam istana di tengah meningkatnya serangan rudal dan drone kelompok Houthi Yaman ke sejumlah wilayah Arab Saudi.

Mengutip The New Arab, Selasa, 13 Oktober 2026, MBS yang menjadi penguasa de facto Arab Saudi itu dilaporkan tidak terlihat di hadapan publik sejak pekan lalu. Pergerakannya disebut mendapat pengawalan ketat dari tim keamanan khusus.

Situasi tersebut terjadi ketika kelompok Houthi, yang didukung Iran, terus melancarkan serangan menggunakan drone, rudal jelajah, dan rudal balistik ke Riyadh. Rentetan serangan itu meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan ibu kota Arab Saudi.

Iklan

Serangan berulang memaksa penutupan Bandara Internasional King Khalid hingga 17 Oktober 2026.

Serangan Ganas Houthi

Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, rudal balistik yang diluncurkan Houthi dilaporkan menghantam salah satu terminal bandara di Riyadh. Serangan itudisebut menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya.

Sehari kemudian, Minggu, 11 Oktober 2026, rudal lain kembali menghantam bandara yang sama dan dilaporkan menewaskan satu orang.

Rentetan serangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan pertahanan Saudi dalam melindungi ibu kota dan infrastruktur strategisnya dari serangan udara.

Kekhawatiran juga muncul menyusul laporan bahwa persediaan rudal pencegat Arab Saudi semakin menipis akibat serangan yang berlangsung berulang kali. Rudal pencegat merupakan bagian penting dari sistem pertahanan udara untuk menghancurkan rudal musuh sebelum mencapai sasaran.

Jika persediaan tersebut terus berkurang, kemampuan Saudi menghadapi gelombang serangan berikutnya berpotensi semakin terbatas.

Menurut laporan media, stok persenjataan pertahanan udara Saudi telah terkuras akibat meningkatnya intensitas serangan. Kondisi itu dinilai bisa membuat kerajaan semakin rentan terhadap serangan lanjutan.

Saudi seperti sejumlah negara lain di kawasan telah mengerahkan banyak rudal pencegat untuk menghadapi ancaman rudal balistik dan rudal jelajah Iran. Pengerahan rudal pencegat itu setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.