Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Hampir 1 Juta Anak Muda Inggris Nganggur, Benarkah Generasi Sekarang Makin Sulit Cari Kerja?

Berdasarkan laporan Office for National Statistics (ONS) yang dirilis pada 27 Agustus 2026, terdapat sekitar 981.000 anak muda berusia 16-24 tahun yang masuk kategori NEET untuk periode April-Juni 2026.

Ilustrasi pencari lowongan kerja
Ilustrasi pencari lowongan kerja (Foto: pexels.com)

Hampir 1 juta anak muda di Inggris tidak bekerja, tidak sekolah, tidak kuliah, maupun mengikuti pelatihan. Kondisi ini dikenal dengan istilah NEET (Not in Education, Employment, or Training) yang mulai menjadi perhatian pemerintah Inggris.

Berdasarkan laporan Office for National Statistics (ONS) yang dirilis pada 27 Agustus 2026, terdapat sekitar 981.000 anak muda berusia 16-24 tahun yang masuk kategori NEET untuk periode April-Juni 2026.

Jumlah tersebut setara dengan 13 persen dari total anak muda dalam kelompok usia tersebut.

Iklan

Angka ini meningkat 30.000 orang dibandingkan periode yang sama pada 2025. Meski begitu, jumlahnya turun 30.000 orang dibandingkan Januari-Maret 2026.

Bukan Malas Bekerja

Dari total tersebut, sekitar 393.000 anak muda di Inggris berstatus pengangguran atau unemployed. Artinya, mereka belum memiliki pekerjaan, tetapi masih aktif mencari kerja dan siap untuk mulai bekerja.

Sementara itu, 588.000 lainnya masuk kategori economically inactive. Mereka tidak bekerja dan tidak memenuhi kriteria pengangguran, misalnya karena tidak aktif mencari pekerjaan dalam empat minggu terakhir atau belum bisa mulai bekerja dalam dua minggu ke depan.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa anak muda yang tidak bekerja memiliki kondisi yang beragam. Mereka tidak bisa begitu saja dianggap malas atau tidak mau mencari pekerjaan.

Sulit Cari Kerja

Sulitnya mendapatkan pekerjaan pertama ternyata menjadi salah satu persoalan yang dihadapi anak muda. Posisi entry-level yang seharusnya menjadi pintu masuk bagi pencari kerja pemula sering kali meminta pengalaman kerja yang belum mereka miliki.

Selain itu, kondisi kesehatan jangka panjang, disabilitas, dan masalah kesehatan mental juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bekerja atau mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Namun, data ONS yang dirilis pada Agustus 2026 tidak merinci berapa persen anak muda yang masuk kategori NEET karena masing-masing faktor tersebut.

Inggris Siapkan Solusi

Besarnya jumlah anak muda yang berada di luar pendidikan dan dunia kerja mendorong munculnya usulan program Job Guarantee. Skema ini dirancang untuk memberikan pekerjaan dengan upah yang disubsidi pemerintah kepada anak muda yang sudah lama menganggur.

Persoalan ini menjadi perhatian karena terlalu lama berada di luar dunia kerja dapat membuat anak muda kesulitan mendapatkan pengalaman, penghasilan, dan kesempatan membangun karier.

Data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa masalah pengangguran anak muda tidak cukup dilihat dari kemauan individu untuk bekerja.

Kesempatan kerja dan dukungan untuk memasuki dunia profesional juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Internship

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.