Dengan tingginya tingkat polusi udara, sejumlah toko hingga pusat olahraga di Singapura ditutup sementara.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar ruangan serta meminimalkan paparan terhadap kualitas udara yang semakin memburuk.
Pemerintah singapura juga akan menyelidiki sejumlah oknum perusahaan yang bertanggung jawab atas Kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan
Jika diperlukan, kami akan mengambil tindakan berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Lintas Batas Singapura, dan menjajaki tindakan bersama dengan negara lain,”
ujar perdana Menteri Singapura, dari cna.com.
Selain itu ditengah kondisi yang kian memburuk, pemerintah Singapura mempercepat proses pendistribusian masker N95 kepada masyarakat yang rentan terhadap penyakit.
Pendistribusian masker juga diberikan melalui Vending Machine yang sudah tersebar lebih dari 37 titik di Singapura.
F1 Tetap Digelar
Meski polusi udara telah menghantui The lion city lebih dari dua minggu, ajang balapan kelas dunia Formula 1 atau F1 tetap digelar.
Sejumlah pembalap dunia sempat mengeluhkan kondisi udara yang menggangu penglihatan dalam lintasan sirkuit marina bay tersebut.
Balapan tersebut berakhir dengan kemenangan Max Emilian Verstappen. Pembalap asal Belgia tersebut berhasil meraih podium usai bersaing sengit dengan pembalap Charles Leclerc yang mengendarai mobil ferrari.
Sangat Tidak Sehat
Dilansir dari iqair.com 16 Oktober, kualitas udara Singapura berada di angka 250 dengan status sangat tidak sehat.
Angka tersebut diprediksi iqair akan bertahan dengan status sangat tidak sehat hingga sore hari.
Kualitas udara tersebut diprediksi akan sedikit membaik hingga esok hari.