Eskalasi di Timur Tengah makin memanas setelah militer Yaman mengklaim melancarkan ratusan operasi terhadap kelompok Houthi dalam kurun 24 jam.
Di saat yang sama, serangan bertubi-tubi Houthi terhadap Arab Saudi kembali jadi sorotan setelah puing-puing rudal yang berhasil dicegat dilaporkan jatuh di sejumlah lokasi. Salah satunya jatuh di kawasan yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Masjidil Haram, Mekkah.
Rangkaian insiden itu memperlihatkan meningkatnya tekanan militer di Yaman sekaligus ancaman keamanan yang meluas ke wilayah Saudi. Serangan terhadap fasilitas strategis dan jatuhnya puing-puing rudal di sejumlah wilayah menambah kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil.
Iklan
Menukil dari Arab News, Minggu, 25 Oktober 2026, militer Yaman mengklaim sudah melaksanakan 736 operasi penargetan terhadap posisi Houthi selama 24 jam terakhir.
Dalam operasi yang jadi bagian dari kampanye ‘Fajar Yaman’ itu, militer mengklaim sekitar 307 pemimpin milisi dan personel lapangan Houthi berhasil dinetralisir. Lalu, ada 68 aset militer dihancurkan atau dilumpuhkan.
Menurut juru bicara militer, operasi itu menyasar berbagai fasilitas dan posisi strategis Houthi. Mulai dari pusat komando lapangan, lokasi pertemuan pasukan, jalur bala bantuan, gudang senjata, posisi tembak, benteng pertahanan, hingga jalur pasokan dan pergerakan personel.
Militer Yaman menyebut operasi itu sengaja dirancang untuk melemahkan kemampuan tempur Houthi. Selain itu, juga untuk menghambat pergerakan pasukan kelompok itu di sejumlah wilayah konflik.
Ilustrasi serangan militer menggunakan drone. (Foto: AI).
Pos Militer Houthi
Salah satu sasaran operasi berada di Taiz, kota yang selama bertahun-tahun menjadi titik penting dalam konflik Yaman.
Juru bicara militer Yaman mengatakan pasukan menargetkan pusat komando dan kendali, posisi persenjataan berat, serta gudang senjata di Hotel Sofitel yang telah ditinggalkan.
Menurut klaim militer Yaman, Houthi sudah mengubah bangunan tersebut menjadi pos pengamatan. Selain itu, hotel itu juga jadi pos yang memonitor untuk posisi tembak dalam mengancam kawasan permukiman serta mempertahankan pengepungan terhadap kota.
Militer menyatakan serangkaian penggerebekan dan operasi ofensif membantu menekan sumber tembakan di wilayah tersebut. Meski demikian, klaim mengenai sasaran yang dihancurkan dan dampak operasi belum bisa dipastikan secara independen.
Pihak militer juga mengatakan akan terus memantau pergerakan serta bala bantuan Houthi. Ia menentukan sasaran ke Houthi juga berdasarkan intelijen operasional.
Dalam pernyataannya, militer Yaman mengatakan operasi akan dilaksanakan dengan mematuhi hukum humaniter internasional. Militer Yaman juga memperhatika langkah-langkah untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil.
Di tengah operasi militer, situasi keamanan Arab Saudi juga jadi perhatian setelah dua rudal balistik yang diluncurkan Houthi berhasil dicegat pada Sabtu.
Juru bicara Pertahanan Sipil Arab Saudi mengatakan rudal-rudal tersebut dihancurkan saat sedang menuju sasaran. Namun, puing-puing hasil pencegatan kemudian jatuh di sejumlah lokasi di wilayah barat kerajaan.
Salah satu lokasi jatuhnya puing berada di Wadi Al-Mughammas, sekitar 20 kilometer dari Masjidil Haram di Mekah, tempat paling suci dalam Islam.
Puing-puing lainnya dilaporkan jatuh di lingkungan Al-Nuzha di Jeddah, Wadi Jalil di Taif, serta Masturah di Kegubernuran Rabigh.