Data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebut kasus Tuberkulosis atau TB di Jakarta tembus hingga 49.029 per 8 November kemarin.
Disebutkan juga sebanyak 44.331 atau 90 persen dari kasus itu pasien sudah mulai melakukan pengobatan.
TB sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam paru-paru dan mengakibatkan pengidapnya mengalami sesak napas disertai batuk kronis.
Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) mengatakan, temuan kasus TB di Jakarta menurutnya semakin banyak ditemukan kasus, maka akan mudah diobati.
Kalau kita nggak temukan (kasus) atau sedikit yang kita temukan, nanti yang nggak ditemukan, nggak diobati, malah menjadi sumber penularan untuk masyarakat sekitar. Jadi menurut saya sih malah suatu hal yang bagus,”
dr Erlina saat dihubungi Owrite.id melalui sambungan telepon, Selasa (11/11/2025).
Dokter Erlina juga mengapresiasi Dinkes DKI yang berupaya keras untuk menemukan kasus-kasus TB. Sebab DKI berupaya keras untuk bisa menemukan kasus-kasus TB-nya.
Kan memang sekarang DKI punya banyak kegiatan. Kegiatan screening-nya banyak di mana-mana. Lalu mereka juga punya desa siaga TB dan lain sebagainya. Jadi kalau saya sih merasa ini sesuatu yang baik,”
dr Erlina.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat berbagai inovasi dan layanan kesehatan dalam penanggulangan TBC agar target Eliminasi TBC 2030 tercapai.
Kami berkomitmen memastikan setiap warga Jakarta tahu, berani memeriksakan diri, dan berobat sampai tuntas. Upaya ini kami wujudkan melalui penguatan Gerakan TOSS TBC, perluasan deteksi dini di rumah, sekolah, tempat kerja, dan ruang publik, serta pemanfaatan aplikasi JakScan untuk memudahkan masyarakat melakukan pemeriksaan risiko TBC secara mandiri,”
Ani Ruspitawati.
Selain itu, pihaknya juga gencar memperkuat Kampung Siaga TBC di seluruh wilayah sebagai wadah edukasi, saling dukung, dan pendampingan bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan.
Sampai saat ini jumlah Kampung Siaga TBC yang telah terbentuk sebanyak 563 Kampung.
Kami menargetkan pada tahun 2030 seluruh RW di Jakarta menjadi Kampung Siaga TBC lingkungan yang siap, peduli, dan berkomitmen menuntaskan TBC di wilayah masing-masing,”
Ani Ruspitawati.


