Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Rujukan Pasien BPJS Kesehatan Berjenjang Dihapus, Ini Manfaatnya
Kesehatan

Rujukan Pasien BPJS Kesehatan Berjenjang Dihapus, Ini Manfaatnya

Syifa FauziahAmin Suciady
Last updated: November 25, 2025 12:16 pm
Syifa Fauziah
Amin Suciady
Share
Pelayanan BPJS Kesehatan
Pelayanan BPJS Kesehatan. (Foto: bpjs-kesehatan.go.id)
SHARE

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menghapus sistem rujukan berjenjang dan menggantinya dengan rujukan berbasis kompetensi. 

Pada sistem baru ini, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan langsung diarahkan ke rumah sakit yang kompeten (mampu) menangani kondisi medisnya, tidak lagi berjenjang berdasarkan kelas D–C–B–A.

Kemenkes menargetkan implementasi penuh rujukan berbasis kompetensi pada awal 2026 setelah standar layanan dan kriteria rujukan ditetapkan.

Lantas apa saja manfaat dari penghapusan rujukan pasein berjenjang? Berikut ulasannya.

  1. Mendapatkan mutu layanan yang kompeten

Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes dr Obrin Parulian, menjelaskan sistem baru dirancang untuk mempercepat akses dan memastikan pasien memperoleh layanan yang sesuai kebutuhan klinis dengan menjamin mutu layanannya.

Singkatnya begini, peserta JKN ini kondisi medisnya apa, sakitnya apa, ya kebutuhannya apa, itu kita fasiitasi lewat sistem Satu Sehat rujukan yang dibangun. Nanti dia akan dirujuk ke Faskes (fasilitas kesehatan) yang kompeten sesuai kondisi klinis dan kebutuhan medisnya,”

ujar dr Obrin dalam keterangan resmi.
  1. Mendapatkan layanan yang cepat

Dokter Obrin mengatakan, selama ini rujukan berjenjang kerap membuat pasien berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain, sehingga berpotensi memperpanjang waktu penanganan, munculnya perburukan kondisi medis, dan pembiayaan yang tidak efisien. 

Pada sistem yang baru ini, dokter perujuk akan menginput diagnosa dan kebutuhan prosedur maupun tindakannya, kemudian sistem secara otomatis mengarahkan pasien ke rumah sakit dengan kemampuan yang dibutuhkan. Jika rumah sakit penuh, sistem akan mencarikan fasilitas lain dengan kompetensi setara atau lebih tinggi, sesuai kapasitasnya.

Perubahan ini memanfaatkan platform SatuSehat Rujukan yang terhubung dengan geotagging dan ketersediaan tempat tidur melalui SIRANAP, sehingga proses rujukan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat,”

jelas dr Obrin.

Sementara itu, implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) juga terus dikebut. Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas menyampaikan bahwa dari sekitar 3.100 rumah sakit, hanya 5,5 persen yang masih berstatus merah atau oranye. 

Tantangan utama KRIS meliputi ketersediaan nurse call, outlet oksigen, tirai nonpori, dan kamar mandi yang memenuhi standar aksesibilitas,”

tambahnya.
  1. Efisiensi pembiayaan

Kepala Pusat Pembiayaan Kesehatan Kemenkes Ahmad Irsan menyebut sistem baru akan meningkatkan efisiensi pembiayaan karena mengurangi perpindahan pasien antar rumah sakit. 

Simulasi awal menunjukkan potensi kenaikan pengeluaran dana jaminan sebesar 0,64–1,69 persen, namun kondisi keuangan dana jaminan tetap dinilai aman,”

pungkasnya.
Tag:BPJSdokterjkn
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur
Nasional

Kemenhub Sebut 10 Juta Pemudik Padati Angkutan Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 Lebaran (20 Maret 2026) tercatat mencapai 10.003.583…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Juru Bicara (Jubir) Satgas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala.
Nasional

292 Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik, 8 Orang Meninggal Dunia

Polri mencatat 292 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia hingga luka ringan selama musim mudik Lebaran 2026. Data tersebut berdasarkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 per Minggu, 22 Maret…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Tahanan Rumah Yaqut Cuma Bebani Uang Negara dan Lukai Semangat Antikorupsi

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai pengalihan status penahanan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, yang sebelumnya mejadi…

By
Amin Suciady
Rahmat
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Petugas mengukur gula darah sopir travel dalam giat pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi masa angkutan Lebaran di Travel Kencana, Semarang, Jawa Tengah,
Kesehatan

Kemenkes Siapkan Cek Kesehatan Gratis untuk Sopir Angkutan Umum Saat Mudik Lebaran

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi kendaraan umum yang…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
5 hari lalu
Kesehatan

Skrining Tujuh Juta Anak, Kemenkes Temukan Indikasi Masalah Kesehatan Jiwa Hampir 10 Persen

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, memaparkan hasil pogram Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
6 hari lalu
Ilustrasi Ibu saat hamil
Kesehatan

Bumil Mau Mudik Lebaran? Dokter Kandungan Ungkap Perlu atau Tidak Minum Obat Penguat

Mudik Lebaran menjadi momen yang dinantikan banyak keluarga untuk berkumpul dengan orang…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
2 minggu lalu
8.224 Kasus Suspek Campak
Kesehatan

Epidemiolog Ungkap Bahaya Campak, Bisa Picu Pneumonia hingga Kematian Anak

Ahli Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman menyebut bahwa campak bukan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
2 minggu lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up