Hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day jatuh setiap tanggal 1 Desember. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HIV/AIDS dan menunjukkan solidaritas internasional dalam menghadapi epidemi ini.
Tahun ini, Hari AIDS Sedunia 2025 mengangkat tema “Overcoming disruption, transforming the AIDS response”.
Tema tersebut menyerukan kepemimpinan politik berkelanjutan, kerja sama internasional, dan pendekatan yang berpusat pada hak asasi manusia untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030.
Lantas apa sih sebenarnya penyakit HIV/AIDS itu?
HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4. Sel tersebut sejenis sel darah putih yang memiliki peran penting untuk melawan infeksi.
Seseorang yang terinfeksi HIV/AIDS dapat tetap hidup sehat selama bertahun-tahun tanpa mengalami gejala yang signifikan, asalkan menjalani terapi antiretroviral (ARV) dengan disiplin.
Sementara itu, AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome adalah tahap akhir dari infeksi penyakit HIV, di mana sistem kekebalan tubuh telah rusak parah sehingga tidak lagi mampu melawan infeksi atau penyakit tertentu.
Kondisi ini ditandai dengan turunnya jumlah sel CD4 hingga di bawah 200 sel/mm³ atau munculnya infeksi oportunistik serius, seperti tuberkulosis, kandidiasis, atau sarkoma Kaposi.
Namun apabila tidak mendapatkan penanganan yang cepat, HIV akan berkembang menjadi AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome.
Pasien yang terpapar AIDS akan mengalami kondisi dimana tubuh tidak mampu melawan infeksi yang ditimbulkan.
Untuk itu, sangat penting untuk mengetahui berbagai penyebab dan pencegahan HIV/AIDS. Hal ini dilakukan agar kita dapat melakukan tindakan preventif dan menjauhi segala hal yang dapat membuat kita terpapar HIV/AIDS.
Faktor Risiko HIV /AIDS
Dilansir dari laman Kemenkes, penularan HIV/AIDS dibagi menjadi dua cara, yaitu cairan kelamin dan juga darah. Adapun faktor risikonya, yaitu:
- Berganti-ganti pasangan dan berhubungan seksual melalui dubur/anus tanpa menggunakan kondom
- Menggunakan jarum suntik secara bersamaan.
- Penularan HIV/AIDS dari ibu hamil ke janin melalui plasenta
- Mendapatkan suntikan, transfusi darah atau prosedur medis lainnya yang tidak steril atau tidak dilakukan dengan profesional
Cara Mencegah HIV/AIDS
Setelah mengetahui berbagai faktor risiko HIV/AIDS diatas, masyarakat juga perlu mengetahui bagaimana cara mencegah HIV/AIDS yang benar, yakni:
- Setia dan menghindari berganti-ganti pasangan.
- Hindari penggunaan segala jenis narkotika, terutama yang melalui jarum suntik.
- Melakukan edukasi terkait penularan hingga pengobatan HIV/AIDS kepada masyarakat, agar proses penularan tidak terus berlanjut.
Dengan mengetahui berbagai faktor risiko dan cara mencegah HIV/AIDS, diharapkan masyarakat dapat lebih teredukasi dan penularan HIV/AIDS dapat dihentikan.
