Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 14 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kasus Virus Nipah Merebak, Thailand Berlakukan Skrinning Penerbangan dari India
Kesehatan

Kasus Virus Nipah Merebak, Thailand Berlakukan Skrinning Penerbangan dari India

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Januari 27, 2026 4:17 pm
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Ilustrasi Kasus Virus Nipah
Ilustrasi Kasus Virus Nipah (Foto: owrite)
SHARE

Kementerian Kesehatan Thailand pada hari Minggu, 25 Januari 2026 mulai melakukan skrinning terhadap penumpang pesawat yang tiba dari India.

Hal ini dilakukan imbas munculnya lima kasus infeksi virus Nipah dan 100 orang di karantina di Bengal Barat, India Timur.

Skrinning ini dilakukan di bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang, dengan fokus pada pelancong yang tiba dari Bengal Barat.

Dilansir dari The Nation Thailand, pihak berwernang mengatakan penumpang dan lembaga terkait telah kooperatif melakukan pemeriksaan.

Selain itu, kementerian juga telah mengeluarkan “Kartu Waspada Kesehatan” untuk pelancong yang tiba dari daerah berisiko.

Kartu tersebut diberlakukan kepada siapa pun yang mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk, kesulitan bernapas, mengantuk, kebingungan, atau kejang.

Terutama mereka telah melakukan kontak dengan kelelawar, hewan yang sakit, atau orang yang terinfeksi dalam 21 hari sebelum tiba di Thailand untuk segera mencari pertolongan medis.

Sebelumnya, pihak berwenang India bergegas untuk menahan wabah virus Nipah setelah lima kasus dilaporkan dan hampir 100 orang dikarantina di negara bagian Bengal Barat, India timur, lapor The Independent pada hari Jumat waktu setempat.

Tiga infeksi baru dilaporkan awal pekan ini, kata pihak berwenang, menambah dua kasus yang sudah ada sebelumnya yang melibatkan perawat, satu laki-laki dan satu perempuan, yang sebelumnya dinyatakan positif.

Para perawat tersebut bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Barasat dekat ibu kota negara bagian Kolkata.

Selain Thailand yang melakukan pemeriksaan terhadap penumpang pesawat yang tiba dari India, Pemerintah Nepal telah meningkatkan kewaspadaan nasional untuk mencegah kemungkinan masuknya virus Nipah, menyusul penyebarannya baru-baru ini di negara bagian tetangga India, Benggala Barat, menurut media Nepal The Annapurna Express pada 22 Januari.

Juru bicara Kementerian Kesehatan dan Kependudukan Nepal, Prakash Budhathoki, mengatakan pemerintah telah menerapkan langkah-langkah pencegahan yang memadai.

Pemeriksaan kesehatan telah dimulai untuk penumpang yang tiba di Bandara Internasional Tribhuvan, serta di titik-titik perbatasan utama dengan India, lapor The Annapurna Express.

Kami telah meningkatkan pengawasan khususnya di titik-titik perbatasan di Provinsi Koshi. Pemeriksaan kesehatan serupa juga telah diperintahkan di penyeberangan perbatasan lainnya,”

kata Budhathoki, menurut laporan tersebut.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Nipah diklasifikasikan sebagai patogen prioritas karena potensi epidemiknya.

Tidak ada vaksin atau pengobatan untuk virus Nipah. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai manifestasi klinis, mulai dari infeksi tanpa gejala (subklinis) hingga infeksi pernapasan akut dan ensefalitis fatal, kata WHO.

Sebagai anggota genus Henipavirus, virus Nipah terutama dibawa oleh kelelawar buah dari spesies Pteropus, sehingga menimbulkan risiko penularan ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi atau kontak langsung.

Tanpa vaksin yang disetujui atau pengobatan antivirus spesifik yang tersedia, dan dengan tingkat kematian dalam wabah sebelumnya berkisar antara 40 persen hingga 75 persen, Nipah tetap menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di mana pun virus ini muncul, menurut media lokal India, Economist Times.

Tag:IndiaInfeksiKasusPenerbanganSkrinningthailandVirus Nipah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Update Kasus Ijazah Palsu: Polisi Segera Rilis Keputusan Kelengkapan Perkara Roy Suryo cs
By Rahmat
Roy Suryo Notodiprojo memberikan keterangan kepada wartawan usai sidang uji materi pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (23/2/2026).
1
Viral Pembubaran Nobar Film “Pesta Babi”, DPR Bakal Panggil Pihak Terkait
By Hadi Febriansyah
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-18 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
2
Harga Emas Antam Melemah pada Rabu, 13 Mei 2026, Buyback Ikut Anjlok
By Syifa Fauziah
Pramuniaga menunjukkan emas Atntambatangan
3
Ramai Soal Larangan Fotokopi e-KTP, Begini Penjelasan Dukcapil
By Ani Ratnasari
Fotokopi e-KTP
4
Prabowo Klaim Juni 2026 Negara Akan Terima Setoran Rp49 Triliun, Uang Apa?
By Rahmat
Presiden Prabowo Subianto
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi seorang wanita mengkonsumsi makanan
Kesehatan

Angka Obesitas Indonesia Naik Jadi 23,4 Persen, Menkes Soroti Pola Hidup

Obesitas merupakan kondisi medis yang menjadi faktor risiko berbagai penyakit tidak menular…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
1 hari lalu
Ilustrasi virus
Kesehatan

PHRI: Hantavirus Belum Berdampak Signifikan pada Pariwisata Indonesia 

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut, saat ini kemunculan Hantavirus belum…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
2 hari lalu
Ilustrasi wabah Hantavirus
Kesehatan

Epidemiolog Tegaskan Hantavirus Tak Perlu Pembatasan Perjalanan Internasional

Usai ramai kasus hantavirus, banyak masyarakat yang merasa khawatir bila harus bepergian…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
3 hari lalu
Gerombolan tikus dalam sebuah ruangan.
Kesehatan

Waspada Hantavirus Masuk Indonesia, Pakar Ingatkan Pengetatan Skrining di Tanjung Priok dan Batam

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan hantavirus merupakan penyakit zoonosis akut dengan…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up