Kue nastar menjadi salah satu sajian wajib yang selalu hadir di meja saat perayaan Lebaran. Rasanya yang manis dengan isian selai nanas serta teksturnya yang lembut membuat kue ini sulit untuk ditolak, apalagi saat berkumpul bersama keluarga.
Namun di balik kelezatannya, nastar ternyata menyimpan kandungan kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, asupan kalori ini dapat berujung pada kenaikan berat badan dalam waktu singkat, terutama ketika pola makan selama Lebaran cenderung tidak terkontrol.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan nastar memang menggoda, namun seringkali mengandung kalori tinggi yang tidak disadari banyak orang.
Meski terlihat kecil, biji nastar ternyata memiliki kalori yang setara satu porsi makanan utama.
Bahkan, jika seseorang menghabiskan hingga 10 biji nastar, jumlah kalorinya bisa setara dengan satu kali makan besar lengkap dengan lauk dan sayur,”
ujar Menkes Budi dalam video edukasi di Instagram, dikutip Rabu, 25 Maret 2026.
Menkes Budi mengatakan konsumsi nastar tidak memberikan rasa kenyang yang cukup lama. Hal ini membuat seseorang cenderung terus mengonsumsinya tanpa kontrol, yang berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan secara cepat setelah menjalani puasa selama sebulan penuh.
Meski demikian, Budi menegaskan bukan berarti masyarakat dilarang menikmati kue Lebaran. Kunci utamanya adalah pengendalian porsi.
Dia menyarankan agar saat bersilaturahmi, cukup mencicipi satu biji kue di setiap rumah yang dikunjungi, dengan total maksimal tiga biji per hari.
Lebaran tetap bisa dinikmati tanpa khawatir kesehatan terganggu, asalkan kita bijak dalam mengatur pola makan,”
ucapnya.
Selain itu, menjaga keseimbangan dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak air putih, dan tetap aktif bergerak juga penting dilakukan agar kondisi tubuh tetap prima setelah Lebaran.

