Ikatan Dokter Anak Indonesia memberi tanggapan terkait berita viral balita usia 1,5 tahun yang mengalami hipotermia saat diajak mendaki Gunung Ungaran oleh orang tuanya.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio (K), tidak merekomendasikan membawa balita naik gunung. Sebab, anak lebih mudah kehilangan panas tubuh dibanding orang dewasa.
Mereka bisa berpotensi kehujanan, basah kuyup, atau kepanasan. Apalagi usia 1,5 tahun, naik gunung dengan jarak jauh, ada potensi hujan, kemudian evakuasinya juga lama. Ini tentu hal-hal yang harus dipikirkan sebelumnya,”
ujar dr. Piprim baru-baru ini.
Dokter Piprim menambahkan, jika ingin mengajak balita ke alam, sebaiknya tidak ke gunung atau area ekstrem lainnya. Orang tua bisa memilih aktivitas hiking ringan yang mudah diakses untuk evakuasi.
Cuacanya juga harus diperhitungkan dengan baik, jangan sampai panas ekstrem atau hujan lebat. Selain itu, perlu diperhatikan pakaian yang dipakai anak. Sebaiknya menggunakan beberapa lapis, dengan lapisan luar yang tahan air. Hal-hal seperti ini harus dipersiapkan,”
jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI, Yogi Prawira, Sp.A, Subs. ETIA (K), mengatakan pada prinsipnya anak bukanlah “dewasa kecil”, sehingga orang tua tidak bisa berasumsi bahwa daya tahan tubuhnya sama.
Apalagi kalau membawa anak naik gunung, anak sangat mudah kehilangan cairan juga,”
ucapnya.
Dokter Yogi menambahkan bahwa salah satu penyebab batita mudah mengalami hipotermia adalah pakaian yang basah akibat cuaca dalam waktu lama.
Penanganan pertama yang dapat diberikan adalah dengan membuka pakaian anak yang basah dan mengeringkan tubuhnya. Pakaian basah akan mempercepat hilangnya panas tubuh.
Apa yang bisa dilakukan? Bisa skin to skin. Dibuka bajunya, ditempelkan kulit ke kulit, lalu bagian luar diberi pakaian kering. Ada banyak teknik survival yang bisa dilakukan di alam bebas dan itu bisa dipelajari,”
jelasnya.
Usia Ideal Membawa Anak Naik Gunung
Dokter Yogi menambahkan, mengajak anak naik gunung harus mempertimbangkan usia dan kesiapan.
Namun, ia tidak menyarankan anak di bawah usia 5 tahun untuk mendaki karena masih sangat rentan.
Jadi tidak ada umur khusus sebenarnya. Tapi yang harus kita tahu, di bawah 3 tahun itu memang sangat rentan. Jadi persiapannya harus lebih matang,”
ucapnya.
Selain itu, orang tua juga diimbau untuk melatih anak secara bertahap dengan intensitas pendakian yang aman serta mudah diakses jika diperlukan evakuasi.
Seperti diketahui, belum lama ini viral di media sosial seorang balita berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia setelah diajak mendaki Gunung Ungaran.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Puncak Bondolan, Kabupaten Semarang, dan balita itu dilaporkan langsung mendapat penanganan dari tim SAR.
Video kejadian tersebut diunggah oleh akun Instagram @kabarungaran. Dalam narasinya disebutkan bahwa balita mengalami hipotermia di lokasi pendakian yang bersuhu dingin, terutama di ketinggian.
Balita tersebut tampak dibalut aluminium foil untuk membantu menghangatkan tubuhnya.

