Fenomena side hustle belakangan menjadi perbincangan banyak orang di media sosial. Tren ini dijadikan strategi ekonomi oleh pekerja muda dan Gen Z untuk menambah pendapatan di tengah kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi.
Ahli Kesehatan Lingkungan, Dicky Budiman, menyoroti fenomena tersebut. Menurutnya, side hustle dengan jam kerja ekstrem, lebih dari 12 jam sehari atau 72 jam per minggu, perlu dipahami sebagai paparan kronis terhadap stres fisiologis multisistem.
Bukan sekadar kelelahan, tapi kondisi yang secara ilmiah berkaitan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas, atau kesakitan dan kematian,”
ujar Dicky saat memberikan pernyataan kepada Owrite.id, Selasa, 21 April 2026.
Adapun ancaman medis paling nyata, bila seseorang bekerja lebih dari 12 jam sehari atau 72 jam seminggu, adalah meningkatnya risiko kardiovaskular akut dan penyakit kronis lainnya.






