Ahli Kesehatan Masyarakat, Dicky Budiman mengaku shock melihat terapi totok sirih pada bayi yang belakangan viral di media sosial.
Video totok di Palembang itu jadi sorotan setelah terlihat reaksi bayi yang menangis keras saat menjalani terapi.
Dicky mengatakan fenomena pijat totok bayi ini memiliki beberapa masalah serius, pertama terapi itu yang biasa dilakukan untuk orang dewasa dan belum ada bukti ilmiah yang aman untuk bayi.
Belum ada bukti ilmiah yang kuat yang mendukung keamanan ataupun efektivitas totok bayi. Kalau pijat-pijat ringan untuk menghangatkan tapi kalau bicara totok ini yang saya belum menemukan dasar atau bukti ilmiahnya dan ini punya risiko,”
ujar Dicky kepada Owrite.id.
Dicky menjelaskan ada banyai risiko bila totok tersebut dilakuian kepada bayi. Bila tekanannya terlalu kuat bisa mengalami gangguan organ tubuh.
Kalau tekniknya salah atau agresif bisa ada perdarahan, fraktur, cedera jaringan lunak ataupun nyeri hebat dan bukan tidak mungkin kematian,”
jelasnya.
Ia menambahkan bahwa secara fisiologis tulang bayi masih lunak, kartilago sistem saraf pusatnya juga belum matang, ototnya lemah, ligamennya longgar, organ termasuk otak sangat sensitif terhadap tekanan. Sehingga tekanan kecil saja bisa berdampak besar.
Di sisi lain risiko spesifik dari pijat totok itu kalau dilakukan penekanan titik kuat berisiko trauma jaringan atau manipulasi tulang belakang. Bisa risiko cedera spinal atau kalau di daerah abdomen perut itu ada risiko muntah ataupun gangguan lainnya,”
ungkapnya.
Menurut Dicky, sebenarnya memijat bayi diperbolehkan untuk membuat mereka rileks. Namun ada syaratnya agar bayi tetap aman dan manfaat dari pijat itu bisa dirasakan oleh bayi.
Pijat dengan teknik yang benar bisa meningkatkan bonding ibu bayi, membantu tidur lebih baik, dan menurunkan stres bay,”
pungkasnya.
Seperti diketahui, belakangan ramai terapi totok sirih di media sosial setelah viralnya video seorang bayi menangis keras saat menjalani terapi tersebut di Palembang.
Video itu memicu perdebatan karena sebagian masyarakat menilai terapi tersebut sebagai bentuk pengobatan alternatif, sementara lainnya mempertanyakan keamanan tindakan fisik pada bayi.
Terapi totok sirih sendiri merupaka terapi tradisional di Palembang. Secara umum, “totok” dikenal sebagai metode terapi tradisional dengan memberikan tekanan pada titik-titik tertentu di tubuh.
Sementara “sirih” diduga merujuk pada penggunaan daun sirih atau penamaan tertentu dalam metode terapi yang ditawarkan.
Namun hingga kini, belum ada penjelasan medis resmi yang menyebut “Totok Sirih” sebagai metode pengobatan bayi yang teruji secara klinis.



