Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 6 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Hujat Pasien BPJS yang Mengeluh, Nakes Disentil dr Gia: Selelah-lelahnya Kamu, Lebih Melelahkan Jadi Pasien!
Kesehatan

Hujat Pasien BPJS yang Mengeluh, Nakes Disentil dr Gia: Selelah-lelahnya Kamu, Lebih Melelahkan Jadi Pasien!

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Agustus 6, 2026 4:45 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
Kartu Indonesia Sehat. (Sumber: Dok. BPJS Kesehatan)
Kartu Indonesia Sehat. (Sumber: Dok. BPJS Kesehatan)
SHARE

Dokter umum sekaligus kreator edukasi kesehatan, dr. Gia Pratama Putra memberi tanggapan terkait kasus komentar bernada sinis sejumlah tenaga kesehatan terhadap pasien BPJS, almarhum Yurizal Tri Chaerawan.

Ia mengatakan tenaga kesehatan semestinya tetap mengedepankan profesionalisme dan rasa kemanusiaan, termasuk ketika menghadapi pasien yang menyampaikan keluhan mengenai pelayanan rumah sakit maupun BPJS.

Teman-teman dokter, teman-teman nakes, jas putih yang kita kenakan, seragam rumah sakit yang melekat di tubuh kita, sejatinya adalah pakaian penetral emosi,”

tulis dr. Gia di X @giapratamamd, dikutip pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurutnya, setiap tenaga kesehatan memang menghadapi tekanan pekerjaan yang besar. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan empati kepada pasien.

Saat seragam itu dipakai, kita sedang mengingatkan diri sendiri bahwa segala lelah, kecewa, marah, dan segala tekanan yang kita rasakan, ada tanggung jawab besar untuk tetap bersikap profesional. Karena selelah-lelahnya menjadi tenaga kesehatan, percayalah, masih lebih melelahkan menjadi pasien,”

tegas dr. Gia.
Baca juga:
Burnout Bukan Alasan Nakes Tak Empati, Pakar: Standar Etik Tak… Kasus dugaan tindakan tidak berempati terhadap pasien BPJS Kesehatan Yurizal Tri Chaerawan…
Diabetes Mengintai 20 Juta Orang di Indonesia, Tantangan Besar Justru… Diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang serius di Indonesia. Persoalannya…
Saat Uang Rokok Menggeser Telur dan Ikan, Risiko Stunting Anak… Kebiasaan merokok di dalam rumah tangga tidak hanya berdampak pada kesehatan perokok…
  • Burnout Bukan Alasan Nakes Tak Empati, Pakar: Standar Etik Tak Boleh Dilonggarkan
  • Diabetes Mengintai 20 Juta Orang di Indonesia, Tantangan Besar Justru Setelah Diagnosis
  • Saat Uang Rokok Menggeser Telur dan Ikan, Risiko Stunting Anak Bisa Meningkat

Rumah Sakit dan BPJS

Dokter Gia menilai, dari sudut pandang pasien, situasi di rumah sakit terasa sangat berbeda. Pasien hanya melihat anggota keluarga yang sedang kesakitan dan membutuhkan kepastian mengenai kondisi maupun proses penanganan.

Kita memahami keterbatasan fasilitas. Kita tahu rumitnya sistem rumah sakit dan BPJS. Kita mengerti perpindahan kamar membutuhkan proses. Kita tahu padatnya IGD, rumitnya rawat inap, dan betapa banyak hal harus dikerjakan dalam waktu bersamaan. Kita tahu semua itu, tapi pasien kan enggak,”

jelasnya.

Pasien hanya melihat keluarganya kesakitan, hanya ingin mengetahui apa yang sedang terjadi, berapa lama harus menunggu, dan apakah ada seseorang yang sungguh peduli kepada mereka. Sering kali, cukup kata-kata kita, ‘Mohon maaf ya, Pak, Bu.,”

tuturnya.

Saat ini prosesnya masih berjalan. Kami masih menunggu kamar tersedia. Perkiraannya sekitar satu jam (atau berapa pun jam) lagi. Kami akan terus memberi kabar, ungkapnya.

Pasien BPJS Meninggal usai Tunggu 8 Jam, DPR Desak Kemenkes Usut Rumah Sakit

Bagi dr. Gia, memberikan informasi secara jujur dan menggunakan nada bicara yang lembut merupakan bagian penting dari pelayanan kepada pasien.

Bagi orang yang sedang takut, kejelasan adalah bentuk kasih sayang. Nada suara yang lembut adalah obat pertama. Penjelasan yang apa adanya itu membuat menunggu terasa lebih manusiawi,”

tulisnya.

Ia menegaskan bahwa hubungan antara tenaga kesehatan dan pasien bukan hubungan antara atasan dan bawahan. Keduanya berada di sisi yang sama untuk menghadapi penyakit.

Tenaga kesehatan menjalankan perannya dengan ilmu dan keterampilan, sementara pasien menjalani proses pengobatan dengan kepercayaan, keberanian, dan kesabaran.

dr. Gia kemudian menyoroti respons tenaga kesehatan terhadap pasien yang menyampaikan keluhan di media sosial.

Menurutnya, keluhan pasien tidak semestinya langsung dibalas dengan kemarahan, apalagi ketika pasien atau keluarganya sedang berada dalam situasi sulit.

Lalu ketika ada pasien menyampaikan keluhan di media sosial, bahkan ketika nama rumah sakit atau BPJS ikut disebut, mengapa kita harus begitu mudah tersulut?”

tulis dr. Gia.

Ia mengakui bahwa kelelahan, kemarahan, dan frustrasi merupakan hal yang dapat dialami tenaga kesehatan dalam menjalankan pekerjaan.

Namun merendahkan pasien, mempermalukan orang yang sedang sakit, atau melontarkan kalimat yang melukai martabat manusia, tidak memiliki pembenaran dari sisi mana pun,”

tegasnya.

dr. Gia juga mengingatkan bahwa pasien merupakan bagian penting dari profesi tenaga kesehatan. Dari pasien, ilmu dan keterampilan tenaga kesehatan dapat digunakan untuk membantu orang lain.

Karena itu, ia mengajak para tenaga kesehatan untuk melihat pasien bukan sekadar sebagai orang yang datang untuk mendapatkan pelayanan, tapi manusia yang sedang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan pertolongan.

Bagi kita, mungkin mereka adalah pasien keempat puluh hari itu. Namun bagi mereka, hari itu mungkin adalah salah satu hari paling menakutkan dalam hidupnya. Pertolongan kita harus selalu dimulai dari rasa kemanusiaan,”

tandasnya.

Tag:dr GiaLayanan BPJSNakes Hujat PasienPasien BPJSViral Nakes
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
1
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
2
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Pajak Marketplace Ditunda ke November 2026, yang Telanjur Dipungut Dikembalikan
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi pasien sakit.
Kesehatan

Burnout Bukan Alasan Nakes Tak Empati, Pakar: Standar Etik Tak Boleh Dilonggarkan

Kasus dugaan tindakan tidak berempati terhadap pasien BPJS Kesehatan Yurizal Tri Chaerawan…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Ilustrasi cek darah
Kesehatan

Diabetes Mengintai 20 Juta Orang di Indonesia, Tantangan Besar Justru Setelah Diagnosis

Diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang serius di Indonesia. Persoalannya…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Ilustrasi Cowok Perokok
Kesehatan

Saat Uang Rokok Menggeser Telur dan Ikan, Risiko Stunting Anak Bisa Meningkat

Kebiasaan merokok di dalam rumah tangga tidak hanya berdampak pada kesehatan perokok…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Ilustrasi Rokok
Kesehatan

Warga Miskin Dikepung Lima Ancaman Kesehatan, Asap Rokok Salah Satunya

Merokok di kawasan permukiman padat penduduk dapat memperburuk ancaman kesehatan, terutama bagi…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up