Orangtua ternyata jadi orang pertama yang sadar adanya perbedaan dalam tumbuh kembang anak mereka.
Hal itu terungkap dalam survei “Suara Orang Tua” yang dilakukan oleh Atelier of Minds (AOM) terhadap 173 orangtua anak neurodivergent di Indonesia periode Mei-Juli 2026.
Survei tersebut menunjukkan 76 persen responden mengaku menjadi orang pertama yang menyadari adanya perbedaan pada diri anak mereka, bahkan sebelum mendapat penilaian dari dokter tumbuh kembang, psikolog, guru, maupun tenaga profesional lainnya.
Lead Psychologist AOM Erna Yulianti mengatakan temuan itu berkaitan erat dengan intensitas orangtua dalam mendampingi anak sehari-hari.
Karena ayah dan ibu biasanya menjadi pihak yang paling banyak melihat pola perilaku serta perkembangan buah hati dalam berbagai situasi.
Pengalaman orangtua itu sangat penting untuk kita karena orangtua lebih banyak waktu dengan anak,”
ujar Erna di Jakarta pada Senin, 10 Agustus 2026.
Menurut Erna, pengamatan ini bisa jadi gambaran awal yang membantu tenaga profesional untuk memahami kondisi anak secara lebih menyeluruh.
Karena itu, ketika mulai melihat sesuatu yang berbeda, orang tua sebaliknya mencatat perilaku yang muncul secara spesifik, termasuk kapan dan dalam situasi apa hal tersebut terjadi.
Misalnya, anak tidak menoleh ketika dipanggil atau belum mampu membuat kalimat sederhana pada usia tertentu.
Catatan seperti itu kemudian dapat dibawa saat berkonsultasi dengan dokter anak maupun psikolog untuk mendapatkan penilaian lebih lanjut.
Kemampuan Sosial dan Interaksi
Dalam prosesnya, psikolog tidak hanya mengandalkan cerita orangtua. Kondisi anak juga perlu dilihat melalui observasi dan asesmen yang mencakup berbagai aspek perkembangan, seperti kemampuan sosial dan interaksi.
Jadi kita tidak cepat menyimpulkan kasus, tetapi membuat suatu kesimpulan itu secara berdasar,”
kata Erna.
Ia menambahkan, hasil pengkajian kemudian dibicarakan kembali bersama keluarga. Langkah ini penting agar orangtua dan tenaga profesional memiliki pemahaman yang sama mengenai kondisi anak sekaligus menentukan dukungan yang paling sesuai.
Temuan survei ini menunjukkan bahwa kepekaan orang tua dapat menjadi pintu awal untuk mengenali kebutuhan perkembangan anak.
Namun, pengamatan tersebut tetap perlu dilanjutkan dengan konsultasi dan pemeriksaan profesional agar keluarga tidak terburu-buru menarik kesimpulan sendiri.






















