Penggunaan obat tetes mata kerap menjadi pilihan praktis ketika mata terasa merah, kering, perih, atau tidak nyaman. Test dikit.

Produk tersebut juga relatif mudah ditemukan di apotek sehingga sebagian orang menggunakannya tanpa terlebih dahulu memeriksakan kondisi mata ke dokter.

Namun, penggunaan obat tetes mata tidak selalu aman jika dilakukan sembarangan. Jenis obat, kandungan, dosis, hingga lama pemakaian perlu diperhatikan. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah obat tetes mata yang mengandung steroid.

Penggunaan obat tetes mata steroid dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter dapat meningkatkan tekanan di dalam bola mata yang akibatnya bisa merusak saraf mata.

Seperti apa risikonya? Dilansir dari laman Hello Sehat (13 Oktober 2022), berikut penjelasannya.

Meningkatkan Risiko Glaukoma

Glaukoma merupakan kondisi ketika saraf optik mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan. Salah satu faktor yang dapat memicu kerusakan tersebut adalah meningkatnya tekanan di dalam bola mata.

Penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid secara rutin dan dalam jangka panjang dapat mengganggu aliran cairan di dalam mata, dan menyebabkan tekanan bola mata meningkat.

Tekanan yang terlalu tinggi dapat menekan dan merusak saraf optik, yaitu saraf yang berperan menghubungkan mata dengan otak dalam proses penglihatan.

Steroid Memicu Katarak

Penggunaan steroid pada mata secara berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak. Kondisi ini ditandai dengan lensa mata yang menjadi keruh sehingga penglihatan dapat terganggu.

Karena itu, obat tetes mata yang mengandung steroid sebaiknya tidak digunakan secara bebas atau terus-menerus tanpa petunjuk dokter mata.

Kenali Kandungan Obat

Beberapa jenis steroid yang dapat ditemukan dalam obat tetes mata antara lain dexamethasone, fluorometholone, dan prednisolone. Obat dengan kandungan steroid umumnya perlu digunakan berdasarkan anjuran dokter. Hal ini karena tidak semua kondisi mata merah atau iritasi membutuhkan obat steroid.

Untuk keluhan mata yang tergolong ringan, seperti mata kering, salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah artificial tears atau air mata buatan.

Atasi Mata Merah

Mata merah memang sering dianggap sebagai keluhan ringan yang bisa diatasi sendiri dengan obat tetes mata. Padahal, penyebabnya bisa beragam dan tidak semuanya membutuhkan jenis obat yang sama.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Mata Kena Abu Vulkanik, Jangan Dikucek! Ini Pesan Menkes

Jika mata merah disertai rasa sakit, nyeri, berair berlebihan, atau keluhan lain yang mengganggu penglihatan, sebaiknya jangan hanya mengandalkan obat tetes mata yang dijual bebas.

Pemeriksaan oleh dokter mata diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan sekaligus menentukan penanganan yang tepat.

Kapan Harus Dihentikan

Penggunaan obat tetes mata seharusnya tidak dilakukan terus-menerus hanya karena memberikan rasa nyaman sementara. Jika keluhan tidak membaik setelah menggunakan obat atau kondisi mata justru semakin buruk, penggunaan obat tersebut perlu dievaluasi.

Segera periksakan mata ke dokter spesialis mata jika muncul gangguan baru atau keluhan semakin berat. Jangan lupa membawa atau menyebutkan produk obat tetes mata yang sebelumnya digunakan agar dokter dapat mengetahui kandungannya.

Bukan berarti semua obat tetes mata dapat menyebabkan kebutaan. Risiko tersebut terutama perlu diperhatikan pada penggunaan obat tetes mata tertentu, seperti yang mengandung steroid, apabila digunakan dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter.

Gunakan obat tetes mata sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaan. Jika keluhan mata tidak kunjung membaik, pemeriksaan oleh dokter mata menjadi langkah yang lebih aman daripada terus menambahkan obat sendiri.