Kondisi ini juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada permukaan mata, terutama kornea. Pada beberapa kasus, mata kering dapat disertai peradangan pada kornea dan peningkatan osmolaritas air mata.
Proses Mata Kering
Air mata terdiri dari tiga komponen, yaitu minyak (lipid), air (aqueous), dan lendir (mucin) yang diproduksi oleh bagian mata yang berbeda. Ketiganya harus seimbang agar permukaan mata tetap lembap dan terlindungi.
Selain produksi air mata, berkedip juga memiliki peran penting. Berkedip juga membantu mengalirkan air mata lama ke saluran pembuangan di sudut dalam mata, kemudian digantikan oleh air mata yang baru.
Dry eye dapat terjadi ketika produksi air mata berkurang, kualitas air mata menurun, atau air mata menguap terlalu cepat. Akibatnya, permukaan mata menjadi kurang lembap sehingga muncul keluhan seperti mata terasa kering.
Penyebab
Risiko kondisi ini cenderung meningkat pada orang berusia di atas 50 tahun, terutama wanita yang telah memasuki masa menopause karena perubahan hormon dapat memengaruhi produksi air mata. Selain itu, faktor lingkungan juga berperan, seperti paparan debu, udara yang kering, angin, serta asap rokok.
Kebiasaan menggunakan lensa kontak dan menatap layar komputer, televisi, atau gadget dalam waktu lama juga dapat meningkatkan risiko dry eye. Kemudian memiliki riwayat operasi mata, menggunakan obat-obatan tertentu, baik obat minum maupun obat tetes mata, yang memiliki efek samping dapat menyebabkan mata menjadi lebih kering.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala dry eye dapat berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa gejala yang paling sering dikeluhkan meliputi:
- Mata terasa terbakar, perih, atau kering;
- Mata tampak merah;
- Penglihatan kabur atau tidak fokus, terutama setelah beraktivitas dalam waktu lama;
- Mata mudah silau dan lebih sensitif terhadap cahaya;
- Mata berair secara berlebihan sebagai respons terhadap iritasi akibat kondisi mata yang kering;
- Mata mudah lelah dan terasa pegal, terutama setelah membaca, bekerja di depan komputer, atau menggunakan gawai dalam waktu lama;
Cara Mengatasi
Jenis pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan dry eye pada masing-masing orang. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengatasi dry eye antara lain:
- Air mata buatan (artificial tears) atau obat tetes pelumas untuk membantu menjaga kelembapan permukaan mata;
- Obat antiinflamasi atau antibiotik dalam bentuk tetes mata maupun obat minum, apabila dry eye disertai peradangan atau kondisi tertentu yang memerlukannya;
- Autologous serum eye drops, yaitu obat tetes mata yang dibuat dari serum darah pasien sendiri. Terapi ini umumnya digunakan pada kasus dry eye yang lebih berat sesuai anjuran dokter;
- Punctal plug, yaitu tindakan memasang sumbat kecil pada saluran pembuangan air mata agar air mata tetap berada di permukaan mata lebih lama sehingga kelembapan mata dapat terjaga;
- Intense Pulsed Light (IPL) therapy, yaitu terapi menggunakan cahaya berintensitas tinggi yang diarahkan ke area kelopak mata untuk membantu memperbaiki fungsi kelenjar penghasil lapisan minyak pada air mata. Dengan demikian, penguapan air mata dapat berkurang dan gejala dry eye dapat membaik.
Selain menjalani pengobatan, penderita dry eye juga dianjurkan untuk menjaga kebiasaan yang mendukung kesehatan mata, seperti mengurangi waktu menatap layar tanpa jeda, lebih sering berkedip, menghindari paparan asap rokok dan udara yang terlalu kering.
Jika keluhan mata kering tidak kunjung membaik, sering kambuh, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, segera berkonsultasi dengan dokter mata.