Rajin berolahraga belum tentu membuat target kebugaran tercapai jika tidak diimbangi asupan nutrisi yang memadai.

Protein menjadi salah satu zat gizi penting yang perlu diperhatikan karena berperan dalam pemeliharaan dan pemulihan otot setelah aktivitas fisik.

Medical General Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi., AIFO-K, FISQua mengatakan, kebutuhan protein harus dipenuhi secara konsisten, termasuk ketika seseorang sedang tidak berolahraga.

Protein perlu dipenuhi secara konsisten, bukan hanya pada saat berolahraga. Walaupun sedang tidak berolahraga, pola makan tetap harus diperhatikan dan tidak boleh menjadi berantakan. Sebab tubuh tetap membutuhkan nutrisi untuk mendukung proses pemulihan dan menjaga kondisi tubuh,”

ujar dr. Dedy dalam live Instagram @ptkalbefarmatbk, Jumat 11 September 2026.

Selain itu, tidur yang cukup juga tetap diperlukan, karena olahraga, pola makan, dan tidur merupakan bagian yang saling berkaitan. Jadi, untuk mencapai target olahraga, ketiganya perlu dilakukan secara disiplin dan konsisten.

Kebutuhan tersebut semakin relevan seiring meningkatnya aktivitas olahraga masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan 37,27 persen penduduk Indonesia aktif berolahraga.

Partisipasi olahraga bahkan mencapai 81 persen pada masyarakat perkotaan dan pekerja kantoran.

Frekuensi Olahraga

Namun, meningkatnya frekuensi olahraga belum selalu diikuti perhatian terhadap asupan protein harian.

Padahal, saat melakukan latihan fisik, otot mengalami tekanan sehingga membutuhkan nutrisi untuk mendukung proses pemulihan.

Menurut Dedy, kekurangan protein dapat membuat seseorang lebih cepat mengalami kelelahan setelah berolahraga.

Kondisi tersebut juga dapat membuat rasa pegal atau nyeri otot setelah latihan berlangsung lebih lama.

Workout goals tidak hanya ditentukan oleh latihan. Target setiap orang berbeda, ada yang ingin meningkatkan massa otot, menurunkan berat badan, atau mengejar prestasi olahraga. Oleh karena itu, kebutuhan nutrisi dan pola latihan perlu disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Pada akhirnya, pencapaian target olahraga membutuhkan disiplin dalam menjalankan kebiasaan tersebut secara konsisten,”

tutur Dedy.

Memenuhi Kebutuhan Protein

Pemenuhan protein idealnya berasal dari makanan sehari-hari. Namun, aktivitas yang padat dan pola makan yang tidak teratur dapat membuat seseorang kesulitan memenuhi kebutuhan protein hariannya.

Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kandungan protein dalam makanan yang dikonsumsi. Apabila kebutuhan dari makanan sehari-hari belum terpenuhi, tambahan asupan protein dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan masing-masing.

Dedy juga menekankan bahwa pemenuhan protein bukan berarti seseorang harus mengonsumsinya sebanyak-banyaknya.

Kebutuhan protein tetap perlu disesuaikan dengan berat badan, aktivitas fisik, intensitas latihan, serta tujuan olahraga.