Pernah nggak sih kamu baru selesai makan, tapi beberapa menit kemudian malah kepikiran seblak, boba, atau bakso mercon?
Moment inilah yang sering bikin banyak orang bingung, ini sebenarnya kamu masih lapar, atau jangan-jangan hanya lapar mata dong?
Nah, kondisi seperti ini ternyata bisa diatasi dengan mindful eating, yaitu kebiasaan makan dengan lebih sadar dan memperhatikan sinyal yang diberikan tubuh.
Lewat unggahan akun TikTok-nya, Dokter Ayman Alatas membagikan lima tips mindful eating yang didapatkan dari sang tante.
Apa Itu Mindful Eating?
Mindful eating pada dasarnya mengajak seseorang untuk lebih sadar ketika makan, mulai dari mengenali rasa lapar dan kenyang hingga menikmati makanan tanpa terlalu banyak distraksi.
Kebiasaan ini juga bisa membantu seseorang lebih peka terhadap kebutuhan tubuh. Jadi, makan bukan sekadar karena melihat makanan enak atau sedang ingin ngemil.
Beberapa manfaat yang bisa didapat dari mindful eating antara lain membantu mengenali sinyal lapar dan kenyang, mengurangi kebiasaan makan berlebihan, serta membuat seseorang lebih menikmati makanan.
Namun, mindful eating bukan berarti melarang kamu makan makanan favorit. Justru, kamu tetap bisa menikmati makanan yang diinginkan dengan porsi dan kesadaran yang lebih baik.
Lima Cara Mindful Eating ala Dokter Ayman Alatas:
1. Minum Air Putih Sebelum Makan
Sebelum buru-buru checkout makanan karena tiba-tiba ngidam, coba deh kamu minum air putih dulu. Menurut tips yang dibagikan Dokter Ayman, langkah ini bisa membantu mengecek apakah tubuhmu benar-benar lapar atau sebenarnya hanya haus aja.
Kalau setelah minum rasa ingin makan berkurang, bisa jadi sebelumnya kamu memang sedang haus. Namun, kalau perut masih terasa lapar, fix tubuhmu memang sedang membutuhkan asupan makanan.
2. Puaskan Craving, Jangan Sampai Kalap
Kalau kamu lagi ngidam sesuatu bukan berarti harus selalu ditahan. Kalau memang sedang ingin makan bakso, kamu bisa tetap makan bakso, tapi yang jadi catatan kamu tidak perlu menambahkan kondimen makanan lain yang sebenarnya tidak terlalu diinginkan.
Begitu juga ketika ingin mencoba beberapa makanan sekaligus. Kamu bisa mencicipinya dalam jumlah kecil aja, sehingga craving tetap terpuaskan tanpa berakhir makan berlebihan.
Intinya, satisfy your cravings, tapi jangan sampai maruk.
3. Jangan Makan Sambil Scrolling TikTok
Ini mungkin bagian paling susah buat Gen Z, kayaknya makan rasanya belum lengkap kalau belum ditemani TikTok, YouTube, atau series favorit. Padahal, terlalu banyak distraksi bisa membuat perhatian kita tidak benar-benar tertuju pada makanan.
Mindful eating justru mengajak kamu menikmati makanan secara penuh. Coba perhatikan aroma, tekstur, rasa, hingga sensasi ketika makanan dikunyah.
4. Berhenti Saat Tubuh Sudah Merasa Cukup
Pernah merasa terlalu kenyang sampai perut begah, tapi makanan di piring masih ada? Mindful eating mengajarkan kamu untuk lebih peka terhadap sinyal kenyang.
Ketika tubuh sudah merasa cukup dan puas, kamu tidak harus memaksakan diri menghabiskan makanan hanya karena masih tersisa. Dengan belajar mengenali sinyal tersebut, kebiasaan makan berlebihan juga bisa lebih terkontrol.
5. Jadikan Kebiasaan, Bukan Diet Dadakan
Mindful eating bukan pola yang dilakukan hanya ketika sedang ingin menurunkan berat badan. Menurut Dokter Ayman, kebiasaan makan secara sadar perlu dibangun bersama aktivitas fisik dan olahraga secara konsisten.
Semakin sering dilakukan, semakin terbiasa pula tubuh dan pikiran mengenali kapan benar-benar membutuhkan makanan, kapan sudah cukup, dan kapan hanya sedang ingin makan karena faktor lain.
Jadi, mindful eating bukan tentang membuat makanan menjadi musuh. Kamu tetap boleh makan seblak, bakso, boba, dessert, atau makanan favorit lainnya.
Bedanya, kamu mulai belajar memahami alasan di balik keinginan makan tersebut dan tahu kapan harus berhenti.
Nah, daripada terus-terusan menghitung makanan sebagai “boleh” atau “nggak boleh”, mindful eating mengajak kamu lebih connect dengan tubuh sendiri.
Pelan-pelan saja. Nggak perlu langsung sempurna. Yang penting, mulai lebih sadar terhadap apa yang kamu makan dan bagaimana tubuh merespon nya.






