Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu masalah kesehatan jiwa berkembang semakin parah sebelum mencari pertolongan.
Deteksi dan penanganan sejak dini dinilai penting agar kondisi tidak semakin berat dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman mengatakan masyarakat perlu mengenali berbagai perubahan pada diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya yang dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan jiwa.
Kenali perubahan pada diri sendiri maupun orang di sekitar kita. Misalnya perubahan suasana hati yang menetap, menarik diri, sulit tidur, kehilangan minat, atau sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari,”
kata Aji kepada Owrite, Selasa 15 September 2026.
Menurut Aji, apabila perubahan tersebut berlangsung menetap atau kondisinya semakin berat, masyarakat disarankan segera mencari bantuan profesional melalui Puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan.
Kemenkes juga mendorong deteksi dini melalui skrining kesehatan jiwa agar gejala yang mengarah pada gangguan kejiwaan dapat segera diketahui dan ditangani.
Skrining kesehatan jiwa dapat dilakukan melalui berbagai fasilitas dan lingkungan, seperti Puskesmas, rumah sakit, sekolah, universitas, tempat kerja, maupun komunitas.
Program Cek Kesehatan Gratis
Upaya tersebut juga dapat dilakukan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) minimal satu tahun sekali.
Deteksi dini melalui skrining kesehatan jiwa lebih ditingkatkan melalui fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, rumah sakit, sekolah, universitas, dan di lingkungan kerja maupun komunitas melalui CKG (Cek Kesehatan Gratis) minimal satu tahun sekali,”
ujar Aji.
Aji menjelaskan deteksi dini penting dilakukan karena masalah kesehatan jiwa yang telah berkembang menjadi lebih berat dapat membuat proses penanganannya menjadi lebih sulit dan berdampak pada lamanya pengobatan.
Pencegahan ini lebih baik, karena jika sudah parah gangguan yang terjadi, akan lebih sulit pengobatan dan berdampak pada lamanya pengobatan,”
katanya.
Selain melakukan deteksi dini, Kemenkes mengimbau masyarakat menjaga kesehatan jiwa sebagaimana menjaga kesehatan fisik.
Hal itu dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, mencukupi waktu tidur, melakukan aktivitas fisik, menyediakan waktu untuk beristirahat, serta menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan keluarga maupun orang terdekat.
Masyarakat juga diingatkan tidak menghadapi tekanan atau masalah seorang diri. Ketika merasa kewalahan, seseorang dapat menceritakan kondisinya kepada orang yang dipercaya dan mencari dukungan.
Kemenkes turut mendorong terciptanya lingkungan yang saling mendukung tanpa memberikan stigma kepada orang yang mengalami masalah kesehatan jiwa.
Bagi seseorang yang sedang berada dalam krisis psikologis, dukungan awal juga dapat diperoleh melalui layanan Healing119.






