Reyhan Arisyah Putra (9 tahun), siswa kelas 3 SD Negeri 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, meninggal setelah tersedak biji kelengkeng yang berasal dari menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, 22 September 2026. Saat itu, menu program MBG yang berasal dari SPPG 1 Dapur 1 Poncowarno telah dibagikan kepada siswa. Salah satu makanan dalam paket tersebut adalah buah kelengkeng yang diberikan sebagai pencuci mulut.
Pihak sekolah telah mengingatkan para siswa agar makanan yang dibagikan disimpan terlebih dahulu dan dikonsumsi pada waktu yang telah ditentukan. Namun, Reyhan kemudian memakan buah kelengkeng sambil bermain dan berlari-larian bersama teman-teman.
Saat kejadian, Reyhan juga sempat meminta pertolongan, teman dan penjaga sekolah juga sempat menepuk punggung. Bahkan Reyhan juga memuntahkan sisa makanan, namun biji kelengkeng itu tak keluar. Sehingga menyebabkan dia sesak napas.
Bocah itu sempat dibawa ke rumah sakit dan mendapat penanganan darurat. Sayang, nyawa Reyhan tak tertolong.
Turun Tangan
Lantas bagaimana pertolongan pertama saat anak tersedak?
Tersedak merupakan gangguan berupa sumbatan jalan nafas dan berpotensi menimbulkan kematian jika tidak segera dilakukan pertolongan awal. Pada bayi dan anak, kejadian ini bisa terjadi saat makan atau bermain karena mereka kadang suka memasukan benda asing ke mulut. Tersedak harus diwaspadai juga ketika bayi dan balita sedang dilatih makan sendiri.
Dokter spesialis anak, Dadang Hudaya Somasetia, mengatakan deteksi gejala tersedak harus dilakukan dengan cepat. Tersedak memliki ciri gangguan napas tiba-tiba dengan batuk dan sulit bicara.
“Arahkan kecurigaan pada tersedak benda asing, jika gejala muncul tiba-tiba dan baru saja makan atau memainkan benda kecil sebelum timbul gejala. Kemudian amati keparahan sumbatan jalan napas dengan menilai apakah korban bisa batuk dengan efektif?”
ujar Dadang, dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Kamis, 24 September 2026.
Batuk yang tidak efektif adalah batuk yang tidak bersuara disertai kesulitan bernafas, kebiruan, dan penurunan kesadaran. Batuk yang efektif adalah batuk yang keras tanpa disertai kesulitan bernafas dan responsif. Anak yang batuk efektif juga bisa merespons pertanyaan dengan tangisan atau jawaban verbal.
Lebih lanjut, Dadang mengatakan jika anak di atas usia 5 tahun mengalami tersedak, untuk mengeluarkan benda asing bila anak sadar dapat dilakukan dengan cara manuver Heimlich. Penolong berdiri di belakang korban dan meletakan letak lengan di bawah lengan korban mengelilingi pinggangnya.
“Tangan penolong dikepalkan dan diletakan di antara pusar dan tulang dada penderita. Raih kepalan tangan dengan tangan lain dan entakan lima kali ke arah atas dan belakang tubuh penderita,”
jelas dia.
Bila korban mengalami sumbatan jalan napas dan tidak sadar, lakukan bantuan hidup dasar dan segera memanggil layanan gawat darurat. Berikut bantuan hidup dasar versi Compression, Airway, Breathing (CAB) alias kompresi dada, jalan napas, bantuan napas.
| Tahapan | Tindakan | Jumlah |
|---|---|---|
| Compression (Kompresi dada) | Memberikan kompresi dada | 30 kali |
| Airway (Jalan napas) | Memastikan/membuka jalan napas | — |
| Breathing (Bantuan napas) | Memberikan bantuan napas | 2 kali |
| Satu siklus | 30 kompresi dada + 2 bantuan napas | 1 siklus |
| Total | Mengulangi rangkaian kompresi dan bantuan napas | 5 siklus (2 menit) |
Jika mulut korban terbuka, periksa posisi benda asing dan keluarkan jika memungkinkan.
Antisipasi
Mencegah selalu lebih baik dibanding mengobati. Beberapa tindakan untuk mencegah tersedak pada anak adalah memotong makanan menjadi bagian yang kecil, memasak makanan yang keras sampai lunak, mengawasi anak saat makan, menghindarkan benda kecil dari jangkauan anak, membuang mainan yang rusak, memberikan mainan pada anak sesuai dengan usia yang direkomendasikan.
“Matikan juga TV, komputer, atau ponsel saat anak sedang makan karena tersedak dapat terjadi ketika anak teralih perhatiannya oleh hal lain. Hal yang paling penting adalah pelajarilah bantuan hidup dasar sehingga selalu siap pada berbagai keadaan,”
kata Dadang.






