Jantung bekerja tanpa henti untuk memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Namun, kesehatan organ ini juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari.
Pola makan yang kurang sehat dan kebiasaan buruk lainnya dapat meningkatkan sejumlah faktor risiko penyakit jantung.
Menurut World Health Organization (WHO), penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia.
Pada 2022, diperkirakan 19,8 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular, atau sekitar 32 persen dari seluruh kematian di dunia.
Sebagian besar kematian tersebut disebabkan oleh serangan jantung dan stroke. Karena itu, beberapa kebiasaan yang terlihat sederhana tetap perlu diperhatikan.
Dilansir dari laman University Health (13 Februari 2024), berikut adalah tujuh kebiasaan yang bisa berdampak pada kesehatan jantung.
Jarang Beraktivitas Fisik
Selain risiko penyakit jantung, kurangnya aktivitas fisik juga berkaitan dengan faktor risiko lain, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.
Penelitian dari Preventive Medicine pada 2024 menganalisis 19 penelitian dengan lebih dari 1,47 juta orang. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok dengan perilaku sedentary tinggi memiliki risiko penyakit kardiovaskular sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan perilaku sedentary rendah.
Maka dari itu, penting melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki, lari pagi, atau kegiatan apa pun yang melibatkan fisik.
Konsumsi Makanan Berlemak
Pola makan juga berperan dalam kesehatan jantung. Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans berkaitan dengan penyakit jantung, sedangkan terlalu banyak natrium atau garam dapat meningkatkan tekanan darah.
Karena itu, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak, makanan ultra-processed, atau makanan yang terlalu asin secara berlebihan sebaiknya mulai dikurangi.
WHO juga memasukkan pola makan tidak sehat, termasuk konsumsi garam, gula, dan lemak berlebihan, sebagai salah satu faktor perilaku yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Merokok
Merokok bukan hanya berdampak pada paru-paru, tetapi juga dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Penggunaan tembakau meningkatkan risiko penyakit jantung dan serangan jantung.
Nikotin dapat meningkatkan tekanan darah, sedangkan karbon monoksida dari asap rokok mengurangi kemampuan darah membawa oksigen.
Risikonya juga tidak hanya berkaitan dengan perokok aktif. Paparan asap rokok dari orang lain turut dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
Sering Begadang
Kurang tidur juga tidak sebaiknya dianggap sebagai kebiasaan biasa. Orang dewasa yang tidur kurang dari tujuh jam setiap malam lebih sering melaporkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.
Penelitian lain juga menemukan adanya hubungan antara durasi tidur yang tidak normal dengan penyakit kardiovaskular.
Membiarkan Stres Berlarut
Stres yang berlangsung dalam waktu lama juga perlu diperhatikan. Kondisi stres berkepanjangan dapat meningkatkan tekanan darah dan faktor risiko lain yang berkaitan dengan penyakit jantung.
Masalahnya, stres terkadang juga membuat seseorang mencari pelarian melalui kebiasaan yang kurang sehat, seperti merokok, mengonsumsi alkohol, makan berlebihan, atau kurang bergerak.
Karena itu, mengelola stres dengan cara yang lebih sehat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.
Terlalu Lama Duduk
Duduk terlalu lama menjadi kebiasaan yang mudah terjadi, terutama bagi orang yang bekerja atau belajar dalam waktu panjang di depan komputer.
Kebiasaan ini berbeda dengan sekadar tidak berolahraga karena seseorang bisa saja berolahraga beberapa kali dalam seminggu, tetapi tetap menghabiskan sebagian besar harinya dengan duduk.
Sebuah penelitian dari umbrella review pada 2024 yang merangkum 40 penelitian dengan sekitar 3,77 juta partisipan menemukan bahwa sebagian besar tinjauan yang dianalisis menunjukkan hubungan antara waktu sedentary yang lebih rendah dengan penurunan kejadian atau kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Mengonsumsi Alkohol
Konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat memengaruhi kesehatan jantung. Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar trigliserida dalam darah, yang kemudian dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Karena itu, semakin banyak bukan berarti semakin baik. Membatasi konsumsi alkohol menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.
Bukan Satu Faktor
Kebiasaan sehari-hari tersebut tidak bekerja secara terpisah. Misalnya, kurang bergerak dapat berkontribusi terhadap obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, yang kemudian menjadi faktor risiko penyakit jantung.
Mengubah semua kebiasaan sekaligus mungkin terasa sulit. Karena itu, perubahan dapat dilakukan secara bertahap, misalnya mulai lebih sering berjalan kaki, memperbaiki waktu tidur, serta mencari cara yang lebih sehat untuk mengelola stres.
Menjaga kesehatan jantung bukan berarti harus mengubah gaya hidup secara drastis dalam satu hari. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung.






