Benjolan yang muncul di bawah kulit sering kali membuat khawatir. Apalagi jika ukurannya perlahan membesar atau terasa berbeda ketika disentuh.
Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan benjolan tersebut adalah lipoma. Lipoma merupakan tumor jinak yang terbentuk dari jaringan lemak dan tumbuh di antara kulit dan lapisan otot.
Meski umumnya tidak berbahaya, benjolan di tubuh sebaiknya tidak langsung dipencet atau dianggap sebagai lipoma. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan jenis benjolan yang muncul.
Ciri-Ciri Lipoma
Dilansir dari laman Kementrian Kesehatan RI pada 31 Juli 2022, lipoma dapat muncul di berbagai bagian tubuh.
Benjolan ini biasanya memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari kondisi lain. Beberapa ciri yang umum ditemukan pada lipoma antara lain:
- Tumbuh secara perlahan, sehingga ukurannya biasanya bertambah dalam waktu yang cukup lama.
- Terasa lunak ketika disentuh, dengan konsistensi seperti jaringan lemak.
- Mudah digerakkan ketika ditekan atau didorong secara perlahan menggunakan jari.
- Tidak terasa sakit, meskipun pada kondisi tertentu dapat menimbulkan nyeri jika ukurannya membesar dan menekan saraf di sekitarnya.
- Ukurannya bervariasi, mulai dari sebesar kelereng hingga lebih besar seperti bola pingpong.
- Dapat muncul di beberapa bagian tubuh, seperti punggung, leher, bahu, lengan, paha, dan perut.
Penyebab Lipoma
Penyebab pasti lipoma belum diketahui. Meski begitu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.
Lipoma lebih sering ditemukan pada orang dewasa, terutama kelompok usia 40–60 tahun. Faktor keturunan juga diduga berperan karena kondisi ini dapat ditemukan pada beberapa anggota keluarga.
Selain itu, lipoma dapat berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti penyakit Madelung, sindrom Cowden, sindrom Gardner, dan adiposis dolorosa.
Perlu Diperiksa
Tidak semua benjolan yang muncul di bawah kulit merupakan lipoma. Benjolan dapat disebabkan oleh kondisi lain, termasuk kista maupun tumor ganas.
Karena itu, pemeriksaan dokter diperlukan terutama jika muncul benjolan baru yang belum diketahui penyebabnya. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat serta meraba karakteristik benjolan.
Jika diperlukan, pemeriksaan lanjutan seperti USG, CT scan, MRI, atau biopsi dapat dilakukan. Pemeriksaan tersebut membantu memastikan jenis benjolan sekaligus membedakannya dari kondisi lain, termasuk liposarkoma atau kanker jaringan lemak.
Apakah Harus Diangkat?
Lipoma umumnya tidak memerlukan penanganan khusus jika tidak menimbulkan keluhan. Namun, tindakan dapat dipertimbangkan apabila benjolan terus membesar, menimbulkan rasa sakit, mengganggu aktivitas, atau membuat penderitanya merasa tidak nyaman.
Salah satu penanganan yang dapat dilakukan adalah operasi pengangkatan lipoma. Pada umumnya, lipoma tidak kembali tumbuh setelah diangkat.
Selain operasi, terdapat pilihan lain seperti sedot lemak atau penyuntikan kortikosteroid untuk membantu mengecilkan ukuran benjolan. Namun, kedua metode tersebut tidak selalu dapat menghilangkan lipoma secara keseluruhan.






