Banyak orang mengira semakin banyak lemak yang dibakar tubuh, semakin cepat pula lemak tubuh berkurang.
Anggapan ini membuat berbagai metode seperti fasted cardio atau diet sangat rendah karbohidrat kerap disebut sebagai cara khusus untuk mempercepat penurunan lemak.
Padahal, fat burn dan fat loss merupakan dua hal yang berbeda. Tubuh memang dapat menggunakan lemak sebagai sumber energi, tetapi kondisi tersebut tidak otomatis berarti jumlah lemak tubuh akan berkurang.
Fat Burn
Dilansir dari laman Ideal Nutrition pada 31 Oktober, fat burn atau oksidasi lemak adalah proses ketika tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi.
Lemak di dalam tubuh tersimpan terutama dalam bentuk trigliserida yang terdapat di aliran darah, jaringan lemak, dan dalam jumlah lebih kecil di otot.
Agar dapat digunakan sebagai bahan bakar, trigliserida perlu dipecah menjadi asam lemak melalui proses yang disebut lipolisis. Ketika tubuh membutuhkan energi, lemak tersebut kemudian dapat digunakan untuk menghasilkan energi.
Penggunaan lemak sebagai bahan bakar dapat meningkat dalam kondisi tertentu, misalnya saat berolahraga dalam keadaan belum makan atau ketika asupan karbohidrat rendah.
Fat Loss
Berbeda dari fat burn, fat loss mengacu pada berkurangnya jumlah lemak yang tersimpan di dalam tubuh. Kondisi ini terjadi ketika tubuh menggunakan energi yang tersimpan karena energi dari makanan yang masuk tidak mencukupi kebutuhan energi yang dikeluarkan.
Salah satu faktor penting yang berperan dalam proses tersebut adalah defisit kalori. Artinya, energi yang masuk dari makanan dan minuman lebih rendah daripada energi yang digunakan tubuh.
Karena itu, seseorang bisa saja mengalami peningkatan fat burn pada waktu tertentu tetapi tidak mengalami fat loss jika secara keseluruhan jumlah energi yang masuk masih mencukupi.
Belum Tentu Berkaitan
Inilah bagian yang sering disalahartikan. Ketika tubuh membakar lebih banyak lemak sebagai bahan bakar, bukan berarti tubuh otomatis kehilangan lemak dalam jumlah yang sama.
Sebagai contoh, seseorang mungkin melakukan olahraga dalam kondisi perut kosong sehingga tubuh menggunakan lebih banyak lemak sebagai sumber energi.
Namun, jika kebutuhan energi sepanjang hari tetap terpenuhi dari makanan, peningkatan pembakaran lemak selama olahraga tersebut belum tentu menghasilkan penurunan lemak tubuh.
Dengan kata lain, fat burn menggambarkan sumber energi yang sedang digunakan, sedangkan fat loss menggambarkan berkurangnya simpanan lemak tubuh.
Fasted Cardio
Fasted cardio atau olahraga dalam kondisi belum makan sering dikaitkan dengan pembakaran lemak yang lebih tinggi.
Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan, terutama karbohidrat, penggunaan lemak sebagai sumber energi memang dapat meningkat selama aktivitas.
Namun, kondisi tersebut tidak otomatis membuat fasted cardio lebih unggul untuk menurunkan lemak tubuh. Hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh keseimbangan energi secara keseluruhan.
Jadi, olahraga sebelum sarapan bukanlah syarat untuk mendapatkan fat loss. Seseorang tetap dapat menurunkan lemak tubuh dengan berolahraga setelah makan selama pola makan dan aktivitas hariannya mendukung terciptanya defisit kalori.
Diet Rendah Karbohidrat
Prinsip yang sama berlaku pada diet rendah karbohidrat. Ketika asupan karbohidrat dikurangi dan proporsi lemak dalam makanan meningkat, tubuh dapat menggunakan lebih banyak lemak sebagai bahan bakar.
Meski begitu, peningkatan oksidasi lemak tidak berarti diet rendah karbohidrat pasti menghasilkan fat loss yang lebih besar dibandingkan pola makan dengan karbohidrat lebih tinggi.
Jika jumlah kalori dan protein yang dikonsumsi dibuat sama, pola makan rendah karbohidrat tidak secara otomatis lebih unggul dalam menghasilkan penurunan lemak tubuh. Yang lebih penting adalah apakah pola makan tersebut membantu seseorang mempertahankan defisit kalori secara konsisten.
Mana yang Menurunkan Lemak?
Fat burn merupakan bagian dari proses penggunaan energi tubuh, sedangkan fat loss berkaitan dengan perubahan jumlah lemak yang tersimpan dalam tubuh dari waktu ke waktu.
Karena itu, jangan langsung menyamakan olahraga atau pola makan yang meningkatkan pembakaran lemak dengan metode yang pasti mempercepat penurunan lemak tubuh.
Untuk fat loss, keseimbangan energi dalam jangka waktu tertentu tetap menjadi faktor penting.
Tidak perlu terpaku pada apakah tubuh sedang membakar lebih banyak lemak atau karbohidrat dalam satu sesi olahraga. Yang lebih penting adalah pola makan, aktivitas fisik, dan keseimbangan energi secara keseluruhan dapat dijalankan secara konsisten.






