Memasuki musim pancaroba, berbagai penyakit mengintai masyarakat. Salah satunya adalah influenza.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus influenza di Indonesia mengalami peningkatan musiman pada Agustus–September 2026.
Kemenkes juga mencatat positivity rate mencapai 56 persen hingga 58 persen pada minggu ke-38 tahun 2026.
Sebagian besar kasus influenza dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting disease). Karena itu, pengobatan spesifik maupun obat antivirus tidak diperuntukkan bagi kasus ringan, melainkan diprioritaskan untuk pasien dengan gejala berat.
Dokter Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso, dr. Pompini Agustina Sitompul, menjelaskan bahwa influenza pada umumnya dapat sembuh secara alami tanpa intervensi medis yang rumit.
Penyakit ini sebenarnya gejalanya cukup bervariasi dan bisa sembuh sendiri. Penyakit ini baru menjadi berat pada kelompok-kelompok tertentu,”
kata dr. Pompini dalam keterangannya dikutip Senin, 5 Oktober 2026.
Obat Antivirus
Sementara itu, belakangan ramai terkait obat antivirus Oseltamivir yang dapat menyembuhkan influenza. Namun dr. Pompini menegaskan bahwa obat tersebut tidak diindikasikan untuk batuk pilek biasa (common cold).
Ia menjelaskan bahwa Oseltamivir diperuntukkan bagi pasien dengan gejala berat atau kelompok rentan yang berisiko tinggi mengalami komplikasi.
Pada kasus-kasus berat yang ditandai adanya gejala batuk sesak napas yang memerlukan bantuan oksigen, pada kasus berat itulah baru bisa diberikan Oseltamivir. Penelitian menunjukkan pemberian Oseltamivir pada kasus ringan efektivitasnya kecil,”
tutup Pompini.






