Sawo dikenal sebagai buah tropis dengan rasa manis dan daging berwarna cokelat keemasan. Rasanya yang manis membuat buah ini sering dijadikan camilan atau diolah menjadi minuman.

Namun, di balik rasanya tersebut, sawo ternyata mengandung sejumlah senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa buah dan daun sawo (Manilkara zapota L.) mengandung senyawa seperti flavonoid, polifenol, tanin, saponin, terpenoid, dan alkaloid.

Kandungan tersebut membuat tanaman sawo tidak hanya menarik untuk dikonsumsi sebagai buah, tetapi juga potensinya dalam membantu pengelolaan kadar gula darah.

Mengandung Senyawa Antioksidan

Melansir dari laman Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada pada 5 Februari 2025, awo mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk flavonoid dan polifenol yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Pada kondisi kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia, tubuh dapat mengalami peningkatan stres oksidatif. Karena itu, asupan makanan yang mengandung antioksidan dapat menjadi salah satu bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan tubuh.

Selain flavonoid dan polifenol, buah sawo juga mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, serta asam folat.

Daun Sawo

Tidak hanya buahnya, daun sawo juga telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Sejumlah penelitian menemukan adanya flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid, dan alkaloid dalam daun sawo.

Kandungan tersebut membuat daun sawo menarik untuk diteliti sebagai bahan herbal, termasuk berkaitan dengan potensinya dalam membantu mengontrol kadar gula darah.

Meski demikian, penelitian mengenai manfaat daun sawo sebagai antidiabetes tidak berarti daun tersebut dapat menggantikan obat diabetes yang diresepkan dokter.

Pengelolaan Gula Darah

Flavonoid merupakan salah satu senyawa yang banyak ditemukan pada tanaman dan memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa ini juga telah banyak diteliti terkait potensinya dalam membantu pengelolaan diabetes.

Dalam beberapa penelitian, flavonoid dan polifenol dikaitkan dengan berbagai mekanisme yang berhubungan dengan metabolisme glukosa, termasuk membantu kerja insulin dan menghambat penyerapan karbohidrat di saluran pencernaan.

Namun, manfaat tersebut tidak serta-merta berarti mengonsumsi sawo dapat langsung menurunkan kadar gula darah. Efek suatu senyawa pada penelitian juga dapat berbeda ketika dikonsumsi melalui makanan dalam jumlah biasa.

Teh Herbal

Daun sawo juga secara tradisional dapat dimanfaatkan sebagai teh herbal. Daun yang telah dibersihkan dapat direbus dengan air, kemudian air rebusannya disaring sebelum dikonsumsi.

Akan tetapi, penggunaan rebusan daun sawo untuk membantu mengontrol gula darah sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan, terutama bagi orang yang sedang mengonsumsi obat diabetes.

Konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan penggunaannya aman dan tidak mengganggu pengobatan yang sedang dijalani.