Ia menunjukkan bahwa pasta gigi dalam jumlah sedikit sudah cukup digunakan untuk menyikat gigi.
Secara medis, takaran pasta gigi yang benar untuk orang dewasa itu cukup seukuran biji polong,”
ujar Budi dalam unggahannya di Instagram @bgsadikin Kamis 08 Oktober 2026.
Budi menggunakan pasta gigi seberat 225 gram sebagai contoh. Jika sekali menyikat gigi menggunakan sekitar 0,2 gram pasta gigi, maka satu tube secara matematis dapat digunakan:
1. 225 gram ÷ 0,2 gram = 1.125 kali sikat gigi
Dengan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, yakni pagi dan malam, jumlah tersebut setara dengan sekitar 562 hari pemakaian atau lebih dari 1,5 tahun.
Artinya, menurut perhitungan Budi, satu tube pasta gigi 225 gram tidak harus dibeli setiap bulan apabila digunakan sesuai takaran yang ia contohkan. Ia juga menyebut harga pasta gigi dalam contoh tersebut sekitar Rp20.000.
2. Jangan Tertipu Tampilan Pasta Gigi di Iklan
Budi juga menyoroti kebiasaan mengoleskan pasta gigi sepanjang permukaan bulu sikat. Gambaran tersebut, menurut dia, dapat membuat masyarakat mengira semakin banyak pasta gigi yang digunakan maka semakin baik pula hasil menyikat gigi.
Padahal, fokus utama menyikat gigi bukan banyaknya pasta gigi, melainkan teknik menyikat yang benar dan dilakukan secara rutin.
Stop boros odol,”
kata Budi.
Pesan tersebut sekaligus mengajak masyarakat mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan kesehatan lain yang lebih penting, termasuk pemeriksaan gigi secara berkala.
Budi menyarankan masyarakat memeriksakan kondisi gigi setidaknya setiap enam bulan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan pemerintah, termasuk layanan pemeriksaan di Puskesmas.
Hitungan Hematnya Sederhana
Jika satu tube pasta gigi berharga sekitar Rp20.000 dan dapat bertahan sekitar 1,5 tahun, masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli tube baru setiap bulan.
Namun, angka 1,5 tahun tersebut merupakan perhitungan matematis berdasarkan asumsi penggunaan 0,2 gram setiap kali menyikat gigi.
Pemakaian sebenarnya dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jumlah pasta gigi yang digunakan dan frekuensi menyikat gigi.
Karena itu, inti pesan Menkes bukan sekadar membuat pasta gigi lebih awet. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi secara konsisten: gunakan pasta gigi secukupnya, sikat gigi secara rutin dengan teknik yang tepat, dan jangan menunda pemeriksaan ketika muncul keluhan.
Dengan begitu, penghematan pasta gigi bukan hanya soal mengurangi pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan gigi tidak harus dilakukan dengan cara yang boros.