Organisasi profesi dokter anak itu juga mengingatkan bahaya pemberian telur mentah kepada bayi karena berpotensi mengandung bakteri Salmonella yang dapat memicu infeksi serius.
Kami turut berduka atas bayi 28 hari yang meninggal di Surabaya,”
tulis IDAI dalam unggahannya, dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.
IDAI menegaskan, bayi berusia di bawah enam bulan pada umumnya belum membutuhkan makanan atau minuman tambahan selain ASI. Pengecualian dapat diberikan apabila terdapat kondisi khusus berdasarkan penilaian dokter anak.
Kakek, Nenek, Ayah, Bunda, Tolong. Sebelum 6 bulan, ASI saja sudah cukup. Bayi usia itu betul-betul tidak butuh yang lain. Kecuali ada kondisi khusus dari Dokter Anak,”
tulis IDAI.
Selain mengingatkan pentingnya pemberian ASI eksklusif, IDAI menegaskan bayi dan anak-anak tidak boleh diberikan telur mentah.
Telur yang tidak dimasak hingga matang berisiko mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan salmonellosis atau infeksi akibat bakteri tersebut.
Telur mentah bisa ada kuman Salmonella. Ini sangat berbahaya, buat anak sakit berat,”
tulis IDAI.
Gangguan Pencernaan
IDAI menjelaskan, infeksi Salmonella pada neonatus atau bayi baru lahir hingga berusia 28 hari dapat menimbulkan gejala yang berbeda dari gangguan pencernaan pada umumnya.
Infeksi tersebut tidak selalu ditandai dengan diare, tetapi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Salmonellosis pada neonatus gejalanya tidak spesifik diare. Biasanya sebabkan sepsis, syok, atau juga sakit meningitis. Ini bisa juga terjadi karena penyebab lain,”
tulis IDAI.
Sepsis merupakan kondisi darurat yang mengancam jiwa akibat respons tubuh terhadap infeksi yang tidak terkendali.
Sementara itu, syok dapat menyebabkan aliran darah ke organ dan jaringan tubuh tidak mencukupi. Adapun meningitis merupakan peradangan pada meningen, yakni lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang.
Ketiga kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis segera karena dapat mengancam nyawa, terutama pada bayi baru lahir yang sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang.
Meski demikian, IDAI menegaskan bahwa penyebab kematian bayi di Surabaya tersebut masih berupa dugaan. Karena itu, pemberian telur mentah tidak dapat langsung dipastikan sebagai penyebab kematian tanpa hasil pemeriksaan medis yang memastikan hubungan tersebut.
Walau penyebabnya baru dugaan, semoga ini bisa jadi pembelajaran untuk Ayah, Ibu, Kakek, dan Nenek lainnya,”
tulis IDAI.
IDAI mengingatkan, pemberian makanan kepada bayi perlu mengikuti rekomendasi kesehatan sesuai usia dan kondisi masing-masing anak.
Keluarga juga diharapkan tidak memberikan makanan berdasarkan kebiasaan atau kepercayaan turun-temurun tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.