Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Tiap Provinsi Dapat 500 Ribu Masker, Bagaimana Perlindungan Warga dari Asap Karhutla?

Distribusi bantuan tersebut dilakukan di tengah ancaman gangguan kesehatan akibat kabut asap yang memerlukan penanganan langsung di masyarakat.

Tenaga kesehatan mengukur suhu tubuh warga dalam layanan pemeriksaan kesehatan gratis di PMI Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Kalimantan Barat
Tenaga kesehatan mengukur suhu tubuh warga dalam layanan pemeriksaan kesehatan gratis di PMI Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Kalimantan Barat (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/nym)

Pemerintah menyiapkan tambahan 500 ribu masker untuk setiap provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.

Distribusi bantuan tersebut dilakukan di tengah ancaman gangguan kesehatan akibat kabut asap yang memerlukan penanganan langsung di masyarakat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan pengiriman masker tambahan, alat konsentrator oksigen (oxygen concentrator), serta obat-obatan ke wilayah terdampak.

Iklan

Namun, pemenuhan kebutuhan medis itu juga bergantung pada distribusi yang tepat sasaran dan kesiapan fasilitas kesehatan dalam melayani warga.

Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah,”

kata Budi dalam keterangan resmi yang diterima Owrite Rabu 21 Oktober 2026..

Tujuh provinsi yang menjadi perhatian dalam koordinasi tersebut yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Layanan Rumah Oksigen

Selain distribusi logistik, Kementerian Kesehatan meminta seluruh puskesmas di wilayah terdampak membuka layanan rumah oksigen dan memastikan ketersediaan obat-obatan, terutama untuk menangani infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.

Kebutuhan perlindungan kesehatan juga menjadi perhatian bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia.

Kemenkes bersama pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan tenaga kesehatan setempat menyiapkan layanan Posyandu dari rumah ke rumah agar kelompok tersebut tetap memperoleh pelayanan kesehatan ketika masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar rumah.

Di sisi lain, tenaga kesehatan juga diminta memberikan pertolongan kepada petugas pemadam kebakaran yang membutuhkan layanan medis selama bertugas di lapangan.

Respons Darurat

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono menekankan pentingnya respons darurat terpadu antara pemerintah pusat dan daerah untuk menangani dampak kesehatan karhutla.

Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua harus bergerak bersama mengambil langkah cepat dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak karhutla,”

ujar Sugiono.

Untuk memantau penanganan di lapangan, Kemenkes kembali menerjunkan tim Pusat Krisis Kesehatan. Tim tersebut bertugas memantau distribusi bantuan, operasional rumah oksigen, serta kebutuhan warga di wilayah terdampak.

Iklan