Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Kemenkes Siagakan 1.691 Puskesmas untuk Tangani Dampak Asap Karhutla

Kemenkes menyiagakan 1.691 puskesmas di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan kepada pasien di Puskesmas Mekar Sari, Karang Jati, Balikpapan, Kalimantan Timur
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan kepada pasien di Puskesmas Mekar Sari, Karang Jati, Balikpapan, Kalimantan Timur (ANTARA FOTO/Angga Palguna/sgd)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiagakan 1.691 puskesmas di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Kesiapan layanan tersebut diperkuat dengan penyediaan rumah sakit rujukan, laboratorium kesehatan masyarakat, hingga rumah oksigen.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Dr. dr. Then Suyanti, mengatakan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam merespons dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

Iklan

Untuk penyiapan layanan kesehatan, tentunya kita cek bagaimana kesiapan pos layanan kesehatan, seperti di seluruh puskesmas di wilayah terdampak yaitu ada 1.691 puskesmas yang kita siagakan,”

ujar Suyanti dalam keterangan resmi yang diterima Owrite Jumat 23 Oktober 2026.

Selain puskesmas, Kemenkes menyiapkan 360 rumah sakit rujukan untuk mendukung penanganan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan lanjutan.

Menyiagakan 87 Laboratorium

Pemerintah juga menyiagakan 87 laboratorium kesehatan masyarakat (Labkesmas) guna mendukung kebutuhan pemeriksaan kesehatan di wilayah terdampak.

Upaya penanganan juga diperkuat melalui penyediaan sarana pendukung bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Menurut Suyanti, pemerintah daerah telah menyiapkan 491 rumah oksigen yang tersebar di masing-masing wilayah.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan rumah oksigen sebanyak 491 rumah oksigen yang sudah tersedia di masing-masing wilayah,”

kata Suyanti.

Di sisi tenaga kesehatan, Kemenkes turut memantau kesiapan sumber daya manusia untuk memastikan pelayanan bagi masyarakat terdampak dapat berjalan.

Tercatat sebanyak 18.547 dokter umum disiapkan bersama dokter spesialis, termasuk spesialis mata, paru, telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), serta dermatologi dan venereologi (DVE).

Kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan masyarakat yang terdampak asap karhutla mendapatkan akses pelayanan medis sesuai kebutuhan.

Iklan