Meski umumnya tidak berbahaya, mimisan yang sering berulang tetap perlu diperhatikan. Lantas, mengapa mimisan bisa terjadi ketika cuaca sedang panas?
Cuaca Panas
Salah satu penyebab mimisan adalah kondisi lapisan dalam hidung yang terlalu kering. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang terpapar udara panas dengan kelembapan rendah dalam waktu cukup lama.
Bagian depan sekat hidung memiliki banyak pembuluh darah kecil yang letaknya dekat dengan permukaan. Ketika lapisan pelindungnya mengering, jaringan tersebut menjadi lebih rentan mengalami iritasi dan perdarahan.
Namun, perlu dipahami bahwa suhu panas bukan satu-satunya penyebab mimisan. Kelembapan udara, kondisi kesehatan hidung, serta kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh.
Melansir Cleveland Clinic pada 18 Desember 2024, udara kering merupakan salah satu penyebab paling umum mimisan. Kondisi ini dapat terjadi di wilayah beriklim panas dengan tingkat kelembapan rendah.
Ruangan Ber-AC
Tidak hanya ketika berada di luar ruangan, mimisan juga bisa terjadi setelah seseorang menghabiskan waktu terlalu lama di ruangan ber-AC.
Pendingin ruangan dapat mengurangi kelembapan udara sehingga lapisan dalam hidung lebih mudah mengering. Risiko iritasi pun meningkat, terutama pada orang yang memiliki pembuluh darah hidung sensitif.
Selain itu, kebiasaan mengorek hidung atau membuang ingus terlalu keras dapat memperbesar risiko perdarahan ketika lapisan hidung sedang kering.
Apakah Berbahaya?
Sebagian besar kasus mimisan tergolong ringan dan dapat ditangani secara mandiri. Namun, mimisan tidak boleh selalu dianggap sebagai dampak cuaca panas.
Beberapa kondisi lain, seperti alergi, cedera hidung, gangguan pembekuan darah, hingga penggunaan obat pengencer darah juga dapat menyebabkan perdarahan.
Mimisan yang terjadi lebih dari sekali dalam seminggu dapat dikategorikan sebagai mimisan yang sering berulang. Kondisi tersebut sebaiknya diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.
Cara Mengatasi Mimisan
Saat mimisan terjadi, sebagian orang secara spontan mendongakkan kepala agar darah tidak terus keluar. Padahal, tindakan tersebut tidak dianjurkan karena darah justru berisiko mengalir ke bagian belakang tenggorokan.
Berdasarkan panduan National Health Service (NHS), berikut langkah pertolongan pertama ketika mengalami mimisan:
- Duduk tegak dengan posisi tubuh sedikit condong ke depan.
- Jepit bagian hidung yang lunak, tepat di atas lubang hidung.
- Pertahankan tekanan selama 10-15 menit tanpa melepasnya berulang kali.
- Bernapas melalui mulut selama perdarahan berlangsung.
- Hindari mengorek atau membuang ingus setelah perdarahan berhenti.
Jika mimisan tidak berhenti setelah pertolongan pertama, darah keluar sangat banyak, atau disertai pusing, lemas, maupun kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis.
Tips Mencegah Mimisan
Menjaga kelembapan lapisan hidung menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko mimisan, terutama ketika cuaca sedang panas dan udara terasa kering.
Penggunaan semprotan hidung berbahan larutan saline dapat membantu menjaga kelembapan bagian dalam hidung. Selain itu, penggunaan humidifier dapat dipertimbangkan apabila udara di dalam ruangan terlalu kering.
Hindari pula kebiasaan mengorek hidung dan membuang ingus terlalu keras. Dengan menjaga kondisi lapisan hidung, risiko iritasi dan perdarahan dapat dikurangi.