Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Jangan Sepelekan! Asam Urat Kini Incar Usia Muda, Ini Penyebab Utamanya

Pola makan, berat badan berlebih, faktor genetik, hingga gangguan fungsi ginjal dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami asam urat sejak usia muda.

Ilustrasi pegal gejala asam urat
Ilustrasi pegal gejala asam urat (Foto: Magnific/benzoix)

Asam urat sering dianggap sebagai penyakit yang hanya dialami orang lanjut usia. Padahal, gangguan kesehatan ini juga bisa menyerang orang berusia 20-an hingga 30-an tahun.

Pola makan, berat badan berlebih, faktor genetik, hingga gangguan fungsi ginjal dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami asam urat sejak usia muda.

Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba, mulai dari nyeri sendi yang hebat hingga pembengkakan dan kemerahan.

Iklan

Jika tidak ditangani dengan tepat, serangan asam urat dapat berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kasus Anak Muda

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Global Health Research and Policy pada 2023 menganalisis beban penyakit asam urat pada kelompok usia 15–39 tahun berdasarkan data Global Burden of Disease (GBD) 2019.

Hasilnya, diperkirakan terdapat sekitar 5,21 juta kasus asam urat pada kelompok usia tersebut di seluruh dunia pada 2019.

Angka kejadian tahunannya juga meningkat dari 38,71 per 100.000 penduduk pada 1990 menjadi 45,94 per 100.000 penduduk pada 2019.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa asam urat bukan hanya persoalan kesehatan pada usia lanjut. Meski demikian, angka tersebut merupakan estimasi global dan tidak menggambarkan jumlah kasus khusus di Indonesia.

Mengapa Bisa Terjadi?

Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin, yaitu senyawa yang secara alami terdapat dalam tubuh dan sejumlah makanan. Normalnya, asam urat dikeluarkan melalui ginjal dan urine.

Masalah muncul ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi atau tubuh kesulitan membuangnya. Kondisi ini disebut hiperurisemia.

Jika kristal urat menumpuk di dalam atau sekitar sendi, peradangan dapat terjadi dan memicu serangan gout atau artritis gout.

Melansir dari laman Nature Reviews Rheumatology, proses tersebut melibatkan penumpukan kristal monosodium urat dan respons peradangan tubuh.

Artinya, asam urat tinggi dan penyakit gout saling berkaitan, tetapi keduanya tidak selalu terjadi bersamaan.

Penyebab Utama

1.  Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Tinggi Purin

Konsumsi berlebihan makanan tinggi purin, seperti jeroan, daging merah, serta beberapa jenis makanan laut, dapat meningkatkan risiko kenaikan kadar asam urat pada orang yang rentan. Anak muda yang sering mengonsumsi makanan tersebut tanpa memperhatikan keseimbangan menu perlu lebih waspada.

2.  Kebiasaan Minum Minuman Manis

Fruktosa yang terkandung dalam sebagian minuman manis dapat meningkatkan pembentukan asam urat melalui proses metabolisme tubuh. Terutama jika disertai pola makan tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik.

3.  Berat Badan Berlebih dan Kurang Bergerak

Kelebihan berat badan dan obesitas berkaitan dengan meningkatnya risiko hiperurisemia dan gout. Kondisi metabolik tersebut dapat memengaruhi produksi asam urat maupun kemampuan ginjal untuk membuangnya.

4.  Faktor Keturunan dan Gangguan Fungsi Ginjal

Faktor genetik dapat memengaruhi cara ginjal dan usus memproses serta mengeluarkan asam urat. Gangguan fungsi ginjal juga dapat menyebabkan asam urat menumpuk di dalam darah.

5.  Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Beberapa obat dapat memengaruhi kadar asam urat, termasuk obat diuretik tertentu yang digunakan untuk membantu mengeluarkan cairan dari tubuh.

Kenali Gejala

Gejala asam urat umumnya berupa nyeri sendi yang muncul mendadak, sering kali terasa sangat kuat. Sendi yang terkena dapat membengkak, memerah, terasa hangat, dan sensitif saat disentuh.

Serangan sering terjadi pada pangkal ibu jari kaki, tetapi juga dapat mengenai pergelangan kaki, lutut, dan sendi lainnya. Rasa sakit bisa muncul pada malam hari dan membuat penderitanya kesulitan berjalan atau menggerakkan sendi.

Meski demikian, nyeri sendi tidak selalu menandakan asam urat. Cedera, infeksi sendi, dan gangguan kesehatan lain juga dapat menimbulkan keluhan serupa. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Pertolongan Medis

Jika sendi mendadak terasa sangat nyeri, bengkak, dan merah, terutama disertai demam, segera cari pertolongan medis. Gejala tersebut perlu diperiksa karena infeksi sendi juga bisa menimbulkan keluhan serupa dan membutuhkan penanganan segera.

Asam urat pada usia muda bukan sesuatu yang mustahil. Memahami faktor risikonya sejak dini dapat membantu seseorang menjaga kesehatan sendi dan metabolisme tubuh.

Namun, diagnosis tidak cukup hanya berdasarkan gejala atau dugaan setelah mengonsumsi makanan tertentu, melainkan perlu mempertimbangkan pemeriksaan dan penilaian tenaga medis.

Iklan