Pasalnya, penggunaan masker yang tidak tepat dapat mengurangi efektivitas perlindungan terhadap partikel polutan berukuran sangat kecil tersebut.
Melalui edukasi yang disampaikan Kementerian Kesehatan, Budi menunjukkan cara menggunakan masker KN95 agar dapat melindungi saluran pernapasan secara optimal.
Dua Masker
Ia menegaskan, menggunakan dua masker sekaligus atau mendobel masker bukan berarti perlindungannya menjadi lebih baik apabila masih terdapat celah di bagian tepi masker.
Masker KN95 harus digunakan dengan memastikan bagian hidung dan sisi wajah tertutup rapat. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan masyarakat agar masker dapat bekerja secara efektif,”
ujar Budi dikutip dari Instagram @bgsadikin, Senin, 2 November 2026.
Budi menjelaskan langkah pertama, pastikan klip logam pada bagian hidung ditekan hingga mengikuti bentuk hidung. Kedua, kencangkan tali masker agar posisinya tidak longgar dan menempel dengan baik pada wajah.
Ketiga, lakukan pemeriksaan dengan menarik napas. Masker seharusnya terasa mengempis saat menarik napas. Sementara itu, ketika membuang napas, pastikan tidak ada udara yang keluar melalui celah di bagian samping masker.
Apabila masih terdapat celah, terutama di area pipi, partikel halus PM2.5 tetap berpotensi masuk dan terhirup melalui saluran pernapasan,”
tuturnya.
Polusi Udara
Ia menambahkan sebagai upaya melindungi masyarakat dari dampak buruk polusi udara, Kementerian Kesehatan bersama para mitra donatur telah menyalurkan jutaan masker KN95.
Masker tersebut disediakan untuk membantu warga menghadapi kondisi udara yang dipenuhi asap.
Masyarakat yang membutuhkan masker KN95 dapat memperolehnya secara gratis di puskesmas. Warga diimbau mengambil masker sesuai kebutuhan dan menggunakannya dengan cara yang benar.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan akibat paparan asap. Jika mulai mengalami batuk berat atau sesak napas, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,”
tandasnya.
Langkah tersebut penting untuk mencegah gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara, terutama ketika konsentrasi partikel halus PM2.5 di lingkungan masih tinggi, tambahnya.