Salah satunya dengan mendorong masyarakat lebih memperhatikan konsumsi gula dalam makanan dan minuman sehari-hari.
Yang pertama adalah intervensi gaya hidup. Kami mendorong masyarakat memahami bagaimana mengendalikan konsumsi, khususnya gula,”
kata Nadia.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenkes memperkenalkan Nutri Level untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula dalam produk pangan yang dikonsumsi.
Melalui pelabelan ini, masyarakat diharapkan lebih mudah mengenali produk dengan kandungan gula tertentu sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya.
Kami mengeluarkan Nutri Level agar masyarakat bisa memahami kandungan dalam produk yang mereka konsumsi. Dengan begitu, mereka bisa lebih memperhatikan asupan gula sehari-hari,”
ujarnya.
Nadia menjelaskan, pengendalian diabetes juga membutuhkan keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik.
Konsumsi gula dan energi yang berlebihan perlu diimbangi dengan aktivitas fisik agar tidak meningkatkan risiko kelebihan berat badan maupun obesitas.
Prinsipnya adalah keseimbangan antara apa yang masuk ke tubuh dan apa yang dikeluarkan. Jadi, konsumsi harus diimbangi dengan aktivitas fisik,”
jelas Nadia.
Memperluas Deteksi Dini
Selain perubahan gaya hidup, Kemenkes mengandalkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memperluas deteksi dini penyakit tidak menular, termasuk diabetes.
Menurut Nadia, penerapan pola hidup sehat perlu disertai pemeriksaan kesehatan agar masyarakat mengetahui kondisi tubuhnya.
Walaupun kita sudah menjaga perilaku hidup sehat, kalau tidak mengetahui kondisi kesehatan sendiri, risiko penyakit tetap ada. Karena itu, CKG menjadi salah satu upaya untuk mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat,”
tuturnya.
Melalui CKG, pemerintah mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan setidaknya satu kali dalam setahun.
Pemeriksaan tersebut mencakup gula darah, tekanan darah, kolesterol, high-density lipoprotein (HDL), indeks massa tubuh (IMT), hingga risiko obesitas sentral.
Kami mendorong agar seluruh masyarakat Indonesia bisa melakukan pemeriksaan setiap tahun. Pemeriksaannya meliputi gula darah, tekanan darah, kolesterol, HDL, indeks massa tubuh, serta risiko obesitas sentral,”
tutup Nadia.