Menurut World Health Organization (WHO), penyakit mulut diperkirakan dialami hampir 3,5 miliar orang di seluruh dunia. Karies pada gigi permanen yang tidak dirawat menjadi salah satu masalah kesehatan mulut paling umum secara global.
Masalah Kesehatan di Indonesia
Gigi berlubang bukan sekadar masalah kesehatan yang dialami anak-anak. Orang dewasa pun masih memiliki risiko mengalami kerusakan gigi akibat karies. Bahkan, angka kejadian karies di Indonesia tergolong tinggi.
Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI, prevalensi karies pada penduduk berusia tiga tahun ke atas mencapai 82,8%.
Artinya, lebih dari delapan dari sepuluh orang yang diperiksa memiliki pengalaman karies, baik berupa gigi berlubang, gigi yang hilang akibat karies, maupun gigi yang sudah ditambal.
Apa Itu Karies?
Karies sendiri merupakan kerusakan jaringan keras gigi akibat proses demineralisasi yang berlangsung secara bertahap.
Kondisi ini terjadi ketika bakteri di dalam plak mengolah gula dari makanan dan minuman menjadi asam.
Asam tersebut kemudian menyerang lapisan enamel atau email gigi yang berfungsi sebagai pelindung terluar. Jika proses ini berlangsung terus-menerus tanpa perawatan, enamel dapat melemah dan membentuk lubang.
Mengapa Bisa Terjadi?
Ada beberapa faktor yang berperan dalam terbentuknya karies, di antaranya:
- Bakteri dalam plak. Bakteri seperti Streptococcus mutans dapat memetabolisme gula dan menghasilkan asam yang merusak mineral gigi.
- Sering mengonsumsi makanan manis. Permen, cokelat, kue, dan minuman berpemanis dapat menyediakan gula bagi bakteri di dalam mulut.
- Kurang menjaga kebersihan gigi. Sisa makanan dan plak yang tidak dibersihkan dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.
- Paparan fluoride yang kurang. Fluoride membantu memperkuat enamel dan mendukung proses remineralisasi gigi.
- Produksi air liur rendah. Air liur membantu menetralkan asam serta membersihkan sisa makanan dari permukaan gigi.
Menariknya, frekuensi konsumsi gula juga perlu diperhatikan. Mengonsumsi makanan manis berkali-kali sepanjang hari dapat membuat gigi lebih sering terpapar kondisi asam.
Tanda-Tanda Karies
Karies tidak selalu langsung menimbulkan rasa sakit. Beberapa tanda yang dapat dikenali antara lain:
- Muncul bercak putih, cokelat, atau kehitaman pada permukaan gigi.
- Terlihat lubang kecil pada gigi.
- Gigi terasa ngilu ketika mengonsumsi makanan atau minuman panas, dingin, dan manis.
- Muncul rasa sakit ketika mengunyah.
- Bau mulut yang tidak kunjung hilang.
Jika kerusakan sudah mencapai bagian dalam gigi, rasa sakit bisa semakin intens dan bahkan muncul tanpa rangsangan makanan atau minuman.
Apakah Bisa Disembuhkan?
Karies dapat ditangani, tetapi jenis perawatannya bergantung pada tingkat kerusakan gigi.
Pada tahap awal, ketika kerusakan masih berupa demineralisasi dan belum terbentuk lubang, dokter gigi dapat merekomendasikan perawatan fluoride untuk membantu proses remineralisasi.
Namun, jika lubang sudah terbentuk, biasanya diperlukan tindakan penambalan untuk memperbaiki bagian gigi yang rusak. Apabila karies telah mencapai pulpa, perawatan saluran akar mungkin diperlukan.
Dalam kondisi kerusakan yang sangat parah dan tidak dapat dipertahankan, pencabutan gigi bisa menjadi pilihan.
Oleh sebab itu, penanganan sejak dini sangat penting agar kerusakan tidak semakin luas dan membutuhkan prosedur yang lebih kompleks.
Jangan Tunggu Sakit
Karies gigi bukan hanya persoalan penampilan, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Kerusakan yang tidak ditangani bisa menimbulkan nyeri, mengganggu proses mengunyah, hingga menyebabkan infeksi.
WHO dalam publikasi Sugars and Dental Caries menyebutkan bahwa karies gigi memengaruhi sekitar 2,5 miliar orang di seluruh dunia.
Angka tersebut menunjukkan bahwa masalah gigi berlubang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat global.
Menjaga kesehatan gigi sebenarnya tidak harus dimulai dengan perawatan mahal. Membatasi konsumsi gula, menyikat gigi menggunakan pasta berfluoride, membersihkan sela gigi, dan melakukan pemeriksaan rutin merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko karies.