Kopi itu tanpa tambah gula atau tanpa tambah susu, sebenarnya baik, karena kopi itu mempunyai efek antioksidan,”
kata Laurencia kepada Owrite Kamis 05 November 2026.
Namun, dia mengingatkan manfaat tersebut bukan berarti kopi boleh dikonsumsi tanpa batas. Menurutnya, jumlah konsumsi tetap perlu diperhatikan.
Untuk kopi itu adalah maksimal dua gelas sehari. Itu juga jangan lebih,”
ujarnya.
Hal serupa berlaku untuk matcha yang belakangan populer sebagai alternatif minuman. Laurencia menjelaskan, matcha juga mengandung senyawa stimulan yang dikenal sebagai tein, sebagaimana kafein yang terdapat dalam kopi.
Matcha juga mengandung seperti halnya kafein, tapi ini tein ya karena ada di dalam teh, jadi kita sebutnya adalah tein,”
jelasnya.
Karena itu, konsumsi matcha juga perlu dibatasi. Laurencia menyarankan agar masyarakat tidak mengonsumsinya secara berlebihan, sebagaimana kopi.
Intinya segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik,”
tandasnya.
Selain memperhatikan jumlah gelas, masyarakat juga perlu mempertimbangkan ukuran sajian dan tambahan gula dalam minuman.
Sebab, kopi maupun matcha yang awalnya dikonsumsi tanpa pemanis dapat memiliki kandungan gula lebih tinggi ketika ditambahkan sirup atau pemanis lainnya.