Ditlantas Polda Metro Jaya menegaskan meski momentum libur Natal dan Tahun Baru 2026 berlangsung, Kepolisian masih tetap memberlakukan sistem tilang secara elektronik alias Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Penerapan ETLE atau pemberlakuan Electronic Traffic Law Enforcement di Jakarta masih tetap diberlakukan (selama libur Natal dan Tahun Baru 2026),”
ujar Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados kepada wartawan, Sabtu, 27 Desember 2025.
Robby menjelaskan penindakan tilang secara ETLE masih menjadi target sasaran saat Operasi Lilin 2025 yang digelar secara serentak di seluruh wilayah hukum kepolisian.
Salah satu sasaran operasi ataupun target operasi dari Operasi Lilin ini adalah menekan angka kecelakaan,”
ucap dia.
Polda Metro mengklaim selama operasi lilin berlangsung, jumlah angka pelanggar lalu lintas menurun dari tahun sebelumnya. Hanya saja dia tidak menjelaskan secara rinci berapa jumlahnya.
Dari 7 hari yang sudah berlangsung ini, jumlahnya tidak sebanyak jumlah pelanggaran yang ada pada saat Operasi Lilin tahun lalu. Jadi masyarakat sendiri juga sudah mengerti posisi ETLE ada di mana dan ya mudah-mudahan itu bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat,”
terang dia.
Puncak Arus Balik Diprediksi Pada 3 Januari
Selama musim libur Nataru, Robby memprediksi puncak arus balik masyarakat yang akan kembali ke Jakarta dari luar kota terjadi pada awal Januari mendatang.
Prediksi puncak arus balik itu nanti informasinya di tanggal 3 Januari,”
ungkap dia.
Selama musim libur Nataru, ribuan warga berbondong-bondong meninggalkan Jakarta untuk sekedar berlibur atau berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Puncak arus Mudik Nataru juga telah diantisipasi oleh pihak kepolisian.
Kemarin puncak-puncaknya itu terjadi pada tanggal 24 Desember, di mana hari terakhir masyarakat kita bekerja di kantor, dan pemberlakuan work from anywhere,”
terangnya.
Menurutnya, dominan arus mudik didominasi pengendara yang hendak menuju kawasan Bogor, Jawa Barat dan Merak, Banten baik melalui jalur tol maupun jalur arteri. Meski demikian dia mengklaim arus pergi Nataru kali ini tidak semasif seperti tahun sebelumnya.
Namun jumlahnya tidak terlalu banyak seperti tahun 2024. Jadi masih bisa kita tangani, masih bisa kita lintasi, masyarakat masih bisa melintas dengan lancar,”
tutup dia.


