Ramadan memasuk hari ke-29 pada Kamis, 18 Maret 2026. Tanpa disadari, rangkaian hari penuh ibadah ini telah hampir usai, menyisakan waktu yang semakin singkat bagi umat Muslim untuk memaksimalkan amalan sebelum datangnya Hari Raya Idul Fitri.
Di penghujung Ramadan ini, jadwal imsak menjadi penanda penting bagi masyarakat dalam mengatur waktu sahur dan mempersiapkan diri menjalani puasa.
Kedisiplinan mengikuti waktu imsak dan salat menjadi bagian dari upaya menjaga kekhusyukan ibadah, sekaligus mengingatkan bahwa setiap detik di akhir Ramadan begitu berharga.
Seiring mendekatnya akhir bulan suci, umat Muslim pun semakin giat memperbanyak doa, zikir, dan amal kebaikan.
Momentum hari-hari terakhir ini dimanfaatkan untuk meraih keberkahan maksimal, sembari berharap segala ibadah yang telah dijalankan diterima dan membawa kebaikan hingga setelah Ramadan berakhir.
Untuk jadwal imsak hari ini di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya jatuh pukul 04.32 WIB, waktu Subuh pukul 04.42 WIB, dan terbit 05.54 WIB.
Sedangkan untuk waktu Dhuha pukul 06.21 WIB, Zuhur 12.05 WIB, dan Ashar 15.13 WIB. Selanjutnya waktu Magrib dan waktu berbuka pukul 18.07 WIB dan Isya pukul 19.16 WIB.
Bacaan Niat Puasa
Dilansir dari laman MUI Digital, menurut pendapat Mazhab Syafii, kita juga harus membiasakan diri untuk selalu berniat puasa di setiap malam bulan Ramadhan. Biasanya ini dilakukan setiap selesai salat tarawih atau ketika makan sahur.
Adapun bacaan niat puasa Ramadhan, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Berbuka Puasa
Membaca doa berbuka puasa merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Momen berbuka puasa dianggap sebagai salah satu waktu mustajab untuk memanjatkan doa.
Oleh karena itu, kita disarankan untuk tidak melewatkan kesempatan ini dengan membaca doa sebelum menikmati hidangan berbuka.
Salah satu doa berbuka puasa yang populer adalah:
”اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ”.
“Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’ala rizqika afthartu birohmatikaya arhamarrahimin.”
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki serta rahmat-Mu aku berbuka, wahai Yang Maha Pengasih.”
Selain doa tersebut, terdapat juga doa berbuka puasa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, yang menekankan hilangnya dahaga dan harapan akan pahala:
”ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ”.
“Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah.”
Artinya: “Telah hilang dahaga, telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala insya Allah.”

