Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 8 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Soal Kasus Andrie Yunus, LBH Desak Penerapan Pasal Percobaan Pembunuhan Berencana dengan Penyertaan
Nasional

Soal Kasus Andrie Yunus, LBH Desak Penerapan Pasal Percobaan Pembunuhan Berencana dengan Penyertaan

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
Last updated: Maret 18, 2026 3:49 pm
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak pemerintah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dalam kasus Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus, Rabu, 18 Maret 2026.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak pemerintah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dalam kasus Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus, Rabu, 18 Maret 2026. (Foto: OWRITE/Adi Briantika)
SHARE

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) telah menyurati kepolisian terkait konstruksi hukum dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. 

TAUD mendesak penyidik untuk tidak mereduksi kasus ini sebagai penganiayaan biasa, melainkan harus dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan berencana.

Direktur LBH Jakarta sekaligus anggota TAUD, Fadhil Alfathan, menjabarkan poin krusial terkait evaluasi penegakan hukum.

Ia menegaskan, pihaknya telah meminta penyidik untuk menerapkan Pasal 459 juncto Pasal 17 juncto Pasal 20 KUHP tentang percobaan pembunuhan berencana dengan penyertaan.

Sebab, unsur perencanaan sangat mutlak terpenuhi lantaran ada pembagian tugas yang rapi di antara pelaku di lapangan. 

Ada pembagian tugas, mulai dari pengintaian, penguntitan, eksekusi, pelarian, dan lain sebagainya, itu menunjukkan bahwa ada rencana terlebih dahulu,”

kata Fadhil, di kantor YLBHI, Rabu, 18 Maret 2026. 

Selain itu, instrumen dan sasaran serangan menunjukkan niat yang fatal yaitu penggunaan air keras ditujukan kepada bagian vital, yaitu kepala dan muka, termasuk mata dan saluran pernapasan. Itu berkonsekuensi, yang paling fatal, ialah meninggal dunia. 

Kemudian, penerapan pasal penyertaan juga dinilai krusial agar polisi tidak berhenti pada pelaku lapangan saja. 

Tidak hanya mencari siapa eksekutornya, tapi juga mencari siapa yang menjadi dalang, siapa yang menjadi aktor intelektual, atau bahkan siapa yang mendanai,” 

ucap Fadhil.

Meski berkoordinasi secara kooperatif, TAUD secara terbuka mempertanyakan keseriusan dan keberanian Polri.

Pasalnya, sejak kepolisian mengklaim telah menganalisis 86 titik kamera pengawas dan mengidentifikasi terduga pelaku, hingga kini belum ada tindakan tegas.

Ketika pelaku sudah diidentifikasi, kenapa belum ada pengungkapan terhadap pelaku? Kenapa belum ada penetapan tersangka dan kenapa tidak dilakukan upaya paksa?”

cecar Fadhil. 

Kelambanan ini dinilai sangat berbahaya, karena profil pelaku dipastikan bukan kriminal biasa. TAUD menduga profil pelaku merupakan orang-orang yang terlatih, terkoordinasi, terorganisasi dengan baik, dan terbiasa dalam disiplin organisasi maupun disiplin tugas.

Maka, penundaan penangkapan berpotensi memberi ruang bagi pelaku dan jaringannya untuk merintangi proses hukum 

Lebih lanjut, Fadil menyoroti tajam respons institusi militer. Pada 17 Maret 2026, Kepala Pusat Penerangan TNI menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan internal untuk merespons opini publik ihwal dugaan keterlibatan anggota TNI. Langkah ini dinilai TAUD sebagai tindakan tidak logis.

Menurut kami, sikap atau tindakan (TNI) ini adalah hal yang prematur dan tidak masuk akal. Polisi yang telah lebih dulu mengusut saja belum mampu secara resmi mengungkap siapa pelaku, motifnya, apalagi menetapkan tersangka,”

tutur Fadhil.

Alasan TNI yang bergerak berdasarkan opini publik juga dipertanyakan basis hukumnya.

Apakah rasional penyelidikan dilakukan berdasarkan opini yang berkembang di masyarakat? Sedangkan penyidikan terhadap suatu tindak pidana basisnya adalah bukti,” 

lanjut dia.

TAUD mengingatkan bahwa langkah TNI yang bergerak sendiri secara internal justru bertentangan dengan komitmen presiden dan DPR, yang telah memerintahkan Polri guna mengusut kasus ini secara objektif dan tuntas.

Penyelidikan yang hanya berbasis pada “opini” dikhawatirkan menghasilkan temuan subjektif.

Sebab mereka khawatir kasus ini jadi terjebak di dalam permainan politik elite yang kontraproduktif dengan proses penegakan hukum maupun upaya pengungkapan perkara. 

Kasus bermula pada pukul 23.37 WIB, Kamis, 12 Maret. Saat itu, Andrie yang sedang mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I tiba-tiba dihampiri oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai motor berlawanan arah.

Tanpa basa-basi, salah satu pelaku langsung menyiramkan air keras ke arah Andrie hingga membuat baju yang dikenakannya meleleh.

Setelah melancarkan aksinya, kedua pelaku yang menggunakan helm dan penutup wajah langsung kabur memacu kendaraannya ke arah Jalan Salemba Raya.

Akibat siraman tersebut, Andrie mengalami luka bakar tingkat primer sebesar 20 persen dan masih dirawat di RSCM Jakarta. 

Pelaku Ditangkap 

Lantas, militer turut bergerak mengusut perkara ini. Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengalami pihaknya telah menangkap terduga pelaku berinisial NDP, SL, BWH, dan ES. 

Tadi pagi saya telah menerima dari Dantim BAIS TNI, 4 orang yang diduga tersangka penganiayaan terhadap Andrie Yunus,” 

kata dia.

Kini para pelaku masih dalam pemeriksaan intensif dan dikenakan Pasal 467 KUHP. 

Tag:Andrie YunuskontraslbhPenyiraman Air Keras
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Konser di Jakarta Bertajuk iKON FOUREVER WORLD TOUR
Hype

iKON Gelar Konser di Jakarta Bertajuk iKON FOUREVER WORLD TOUR

Tahun 2026 menjadi tahun tersibuk bagi para kpopers, beberapa konser dari berbagai grup dijadwalkan akan tampil di Indonesia. Salah satu yang cukup menarik perhatian penggemar adalah iKON resmi mengumumkan tur…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan
2 Min Read
Siomay Tanpa Tepung ala Devi Anastasya
Hype

Resep Siomay Tanpa Tepung ala Devi Anastasya, Cocok Untuk Diet

Siomay jadi salah satu makanan favorit banyak orang karena rasanya yang gurih, cocok untuk disantap kapan saja. Namun, sebagian orang kini mulai mencari versi siomay yang lebih tinggi protein dengan…

By
Ani Ratnasari
Ivan
3 Min Read
Ilustrasi anak bersama keluarga
Hype

Banyak Anak Terlibat Kejahatan Berat, Psikolog Soroti Kematangan Otak

Psikolog Meity Arianty memberikan pandangan terkait perkembangan kognitif otak anak untuk memahami konsekuensi moral dan hukum. Pasalnya hingga saat ini banyak kasus kejahatan berat yang dilakukan oleh anak-anak. Tidak sedikit…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo menggunakan “Maung” dalam kunjungan kerjanya pada KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung pada 7-8 Mei 2026.
Nasional

Cetak Sejarah! Maung Mejeng di Filipina Jadi Tunggangan Prabowo di KTT ASEAN

Presiden Prabowo Subianto tiba di Cebu, Filipina pada Kamis, 7 Mei 2026,…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
9 jam lalu
Petugas menyusun ompreng berisi makanan bergizi gratis ke dalam mobil sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Ternate di Ternate, Maluku Utara
Nasional

SPPG Masuk Kampus Tuai Kritik, Perguruan Tinggi Dinilai Terancam Kehilangan Marwah

Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan perguruan tinggi untuk mendukung…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
12 jam lalu
Kapolri Sigit mengatakan ada fenomena celah hukum baru akibat eskalasi global saat ini.
Nasional

Kapolri Ingatkan Bareskrim Antisipasi Modus Kejahatan Transnasional Baru

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap banyak modus baru bermunculan akibat dinamika…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
12 jam lalu
Kepala Badan Intelijen Srategis (Kabais) TNI, Letjen Robi Herbawan
Nasional

Profil Roby Herbawan, Kabais Pengganti Letjen Yudi Abrimantyo

Teka-teki siapa yang menjabat Kepala Badan Intelijen Srategis (Kabais) TNI akhirnya terjawab.…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up