Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya ancaman cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta hingga 10 April 2026. Di Jakarta akan terjadi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Kondisi tersebut disebabkan oleh aktifnya Gelombang Equatorial Rossby yang secara spasial melewati wilayah DKI Jakarta, kelembapan udara secara vertikal atau massa uap air basah lapisan bawah yang masih tinggi, dan aktivitas konvektif skala lokal yang diprediksi cukup tinggi.
Prakirawan Cuaca BMKG, Dendi Rona Purnama menjelaskan, bukan hanya DKI Jakarta namun beberapa wilayah Indonesia bagian selatan seperti Pulau Jawa secara umum juga mengalami awal musim kemarau pada April – Mei.
Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, bagian utara diprediksi mengalami awal musim kemarau pada bulan April. Sementara DKI Jakarta bagian selatan diprediksi mengalami awal musim kemarau pada bulan Mei,”
ujar Dendi kepada owrite, Rabu, 8 April 2026.
Lebih lanjut Dendi mengatakan, pada periode 8 – 14 April 2026, secara umum cuaca di wilayah DKI Jakarta diprakirakan berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 8 – 10 April 2026 di wilayah Kota Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
BMKG mengimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya untuk tetap tenang, namun tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Kurangi aktivitas di ruang terbuka saat cuaca memburuk, menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat bangunan dan infrastruktur yang rapuh, mengamankan barang-barang yang mudah tertiup angin, dan membersihkan saluran air di sekitar rumah; serta waspadai potensi genangan atau banjir yang dapat mengganggu mobilitas,”
tuturnya.
Saat bepergian, siapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan dan pantau informasi resmi cuaca serta peringatan dini melalui BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan kanal resmi BPBD DKI agar bisa segera menyesuaikan aktivitas bila kondisi memburuk.


